Gede Pasek Suardika Kembali Pimpin PKN Menuju Pemilu 2029
Sumber Foto: NUSABALI.com
Nasional

Gede Pasek Suardika Kembali Pimpin PKN Menuju Pemilu 2029

Nalar Media - DENPASAR, NusaBali.com - Dinamika politik nasional kembali bergerak. Politisi asal Bali, Gede Pasek Suardika (GPS) resmi kembali menjabat sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Senin (2/3/2026).

Penetapan tersebut ditandai dengan diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Kementerian Hukum yang ditandatangani Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. SK itu sekaligus menandai kembalinya GPS ke posisi strategis partai yang sebelumnya ia rintis bersama para aktivis nasional.

Pergantian kepemimpinan terjadi setelah Ketua Umum sebelumnya, Anas Urbaningrum, mengundurkan diri karena harus memfokuskan waktu pada urusan domestik dan tanggung jawab pribadi yang tidak dapat ditinggalkan dalam beberapa tahun ke depan. “Dinamika politik seringkali unpredictable. Begitu juga langkah politik saya hingga hari ini yang selalu bergerak dinamis,” ujar GPS usai menerima SK di Kementerian Hukum.

Menurut GPS, komunikasi internal partai berlangsung secara intens sebelum keputusan diambil. Ia mengaku bersyukur proses administrasi kepengurusan dapat berjalan cepat melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU).

Kembalinya GPS sebagai ketua umum menjadi periode kedua baginya memimpin PKN. Sebelumnya, ia memimpin sejak masa perintisan hingga partai tersebut resmi lolos sebagai peserta Pemilu 2024. “Ini tantangan berat di tengah kesibukan profesi. Saya harus berbagi waktu untuk mengurus partai politik dengan cakupan seluruh Indonesia,” ungkapnya.

GPS menilai tanggung jawab tersebut merupakan bagian dari panggilan sejarah bagi dirinya dan rekan-rekan aktivis yang membangun partai berbasis semangat kenusantaraan. Ia juga menegaskan kehadiran figur asal Bali di level pimpinan nasional partai politik menjadi kebanggaan tersendiri.

Ke depan, PKN akan menghadapi agenda politik besar menuju Pemilu 2029. Meningkatnya aktivitas teknis partai menjadi salah satu alasan perlunya kepemimpinan yang fokus penuh dalam pengelolaan organisasi. “Kepercayaan ini tidak mudah dipikul, tetapi harus dijalani dengan kebersamaan dan dukungan semua kader,” kata GPS.

GPS berharap dukungan masyarakat dan kader partai dapat menjadi energi tambahan dalam menghadapi tantangan politik nasional yang semakin kompetitif.