'Edelweiss' Abadi di Dalam Semesta: Novel Debut Vica Azizah
GALAJABAR - Novel berjudul Edelweiss karya Vica Azizah mengangkat tema kompleksitas kehidupan dan pilihan yang harus diambil oleh setiap individu. Dalam cerita ini, pembaca diajak untuk merenungkan tentang cinta dan konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil.
Salah satu kutipan menarik dari novel ini mengungkapkan, "Ri, cinta memang serumit itu. Tapi, yang harus diingat, kalau hatimu hancur, kamu tidak akan bisa hidup lebih lama untuk menjaga orang yang kamu cintai. Jadi, pertama-tama jangan biarkan hatimu hancur...".
Karakter utama dalam novel ini, Auri, menggambarkan seorang wanita yang terlihat memiliki kehidupan ideal. Namun, Auri harus menghadapi berbagai pilihan yang membebani pikirannya: antara mempertahankan kesempurnaan yang ada atau mengambil risiko untuk menjadi dirinya sendiri.
Vica Azizah berhasil menciptakan representasi yang unik melalui tiga karakter utama dalam Edelweiss. Auri menjadi simbol hasrat terpendam yang ingin bebas, sementara Bian mewakili perasaan manusia yang kompleks dan terkadang sulit untuk diungkapkan. Di sisi lain, Akyo menggambarkan semesta yang sempurna namun rusak akibat keserakahan manusia.
Novel ini tidak hanya menyajikan nuansa romansa, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan bahwa setiap pilihan harus diambil, terlepas dari seberat apa pun konsekuensinya. Vica Azizah mengingatkan, jika kita memilih untuk tidak mengambil keputusan, kita akan terpaksa menjalani konsekuensi dari pilihan yang tersisa, yang mungkin jauh lebih buruk.
Edelweiss merupakan novel debut Vica Azizah yang terinspirasi dari lagu dengan judul yang sama, yang dinyanyikannya bersama Fiersa Besari. Novel ini direncanakan rilis pada bulan Desember 2021 dan akan tersedia untuk diprapesan mulai 29 November hingga 3 Desember 2021.
Tentang Penulis
Vica Azizah lahir di Bandung pada 27 Juli 1991. Ia memulai kariernya sebagai penulis lagu dan musisi solo sejak SMA. Selain itu, Vica dikenal sebagai atlet bulutangkis yang berpartisipasi di klub bulutangkis ternama di Bandung sejak usia 7 tahun.
Minatnya di bidang seni, yang dipengaruhi oleh sang ayah yang juga seorang seniman, mendorong Vica untuk menekuni dunia seni. Ia melanjutkan pendidikan di jurusan Jurnalistik di Universitas Islam Bandung, setelah sempat terlibat dalam sebuah girlband. Kolaborasinya dengan Fiersa Besari dalam lagu Edelweiss menjadi titik awal debutnya di dunia penulisan novel.




