Penguatan Kerukunan Masyarakat di Kotawaringin Timur
Sampit, Kalteng - Dewan Adat Dayak Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan agar kondisi daerah tetap aman dan kondusif. Ketua Harian Dewan Adat Dayak Kotawaringin Timur, Untung T Rambang, menekankan pentingnya untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak benar atau hoax.
"Jangan mau terprovokasi oleh hoax maupun ujaran kebencian. Telaah dan saring setiap informasi yang masuk dengan pikiran jernih supaya tidak mudah terhasut," ungkap Untung saat memberikan pernyataan di Sampit pada hari Jumat.
Kotawaringin Timur merupakan daerah yang dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang suku, agama, dan ras yang beragam. Suku Dayak, sebagai penduduk asli, dikenal akan sikap terbuka dan kemampuannya untuk berbaur dengan pendatang dari berbagai daerah, selama niat tersebut menghormati adat dan istiadat lokal.
Untung berharap agar situasi kondusif yang telah terbangun selama ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. "Masyarakat hidup rukun berdampingan tanpa mempermasalahkan berbagai perbedaan yang ada," tambahnya.
Dia juga menekankan perlunya komitmen dari semua pihak dalam menjaga kerukunan, terutama di tengah tantangan yang semakin berat. Kemajuan teknologi informasi, terutama media sosial, dapat membawa dampak negatif yang perlu diwaspadai.
"Pengguna media sosial dengan mudah melontarkan pernyataan maupun menyebarkan informasi yang bisa menyebabkan ketersinggungan dan mengganggu keharmonisan hubungan masyarakat. Hoax yang beredar di media sosial dapat memicu reaksi yang tidak diinginkan di masyarakat," terangnya.
Untung menambahkan, situasi yang harus dihindari adalah terjadinya gesekan dan konflik akibat berita bohong atau ujaran kebencian. "Kami mengajak masyarakat lebih teliti dan bijak dalam menyikapi setiap informasi. Jangan sampai kerukunan terusik hanya karena hoax atau pernyataan di media sosial," tegasnya.
Kotawaringin Timur serta beberapa daerah lainnya di Kalimantan Tengah pernah mengalami konflik etnis yang mengakibatkan banyak korban jiwa, lumpuhnya perekonomian, dan terganggunya aktivitas masyarakat pada tahun 2001. Oleh karena itu, semua pihak berkomitmen untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, dengan mengutamakan kerukunan dan kedamaian serta menghindari hal-hal yang bisa memicu gesekan di masyarakat.




