Wamen P2MI Himbau Warga Hindari Tawaran Kerja Berisiko di Rusia
Nalar Media - VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani menghimbau masyarakat tidak tergiur tawaran kerja yang mengarah pada aktivitas berisiko tinggi di Rusia. Khususnya yang menawarkan bergabung dengan perusahaan militer swasta atau private military company. Himbauan ini disampaikan setelah pertemuan daring dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus Jose Antonio Morato Tavares, Kamis (26/2/2026). Christina menerima informasi dari Atase Pertahanan KBRI Moscow agar masyarakat Indonesia berhati-hati terhadap iklan lowongan kerja dengan gaji besar. Wamen P2MI mengungkapkan ada peluang penempatan pekerja migran Indonesia di sektor manufaktur dan galangan kapal di Rusia. Selama ini penempatan warga negara Indonesia di Rusia didominasi sektor spa terapis. "Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur tawaran kerja yang mengarah pada aktivitas berisiko tinggi," ujar Christina. Pada April mendatang akan ada kunjungan perusahaan dari Rusia yang akan melakukan seleksi pekerja migran untuk sektor shipbuilding di Indonesia bersama Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia. Kisaran gaji di Rusia sebesar USD500 hingga USD700 atau sekitar Rp11 juta per bulan. Kementerian P2MI telah menerima draft nota kesepahaman dari Russian Federal Service for Labour and Employment yang bisa menjadi payung kerja sama penempatan pekerja migran. Draft tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. "Pastikan melakukan verifikasi informasi melalui Kementerian P2MI agar penempatan dilakukan secara aman dan prosedural," imbuhnya.




