Uji Nalar Teknis PSEL Makassar di Tengah Tantangan Infrastruktur dan Risiko Kesehatan
Pembangunan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan (PSEL) di Makassar menghadapi sejumlah tantangan yang signifikan, terutama terkait dengan infrastruktur dan dampak kesehatan lingkungan. Lokasi PSEL yang dipilih memicu kekhawatiran akan potensi kemacetan lalu lintas permanen, khususnya saat truk-truk besar beroperasi bersamaan dengan arus kendaraan dari Gowa dan Maros. Hal ini bisa berujung pada kerusakan infrastruktur jalan provinsi serta dampak sosial akibat waktu yang terbuang di jalan.
Di kawasan industri Sutami, tantangan yang dihadapi jauh lebih rendah. Hal ini disebabkan oleh infrastruktur jalan yang dirancang khusus untuk menampung beban berat serta akses tol yang memadai, membuat operasional transportasi lebih efisien.
Dilema Jalur Penerbangan
Salah satu kendala utama yang dihadapi PSEL terletak pada aspek udara. Lokasi proyek di Tamangapa berada tepat di bawah lintasan pendaratan pesawat menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Sesuai dengan aturan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), tinggi bangunan di daerah ini sangat dibatasi.
Pembangkit modern seperti PSEL memerlukan cerobong asap (stack) dengan tinggi 60 hingga 80 meter untuk memastikan emisi dapat terdispersi dengan aman di atmosfer. Namun, demi menjaga keselamatan penerbangan, otoritas bandara kemungkinan besar akan membatasi tinggi cerobong menjadi kurang dari 40 meter. Jika batasan ini diterapkan, masyarakat di sekitar, terutama di Manggala, berisiko terpapar fenomena downwash.
Paparan ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, termasuk:
- Dioksin dan Furan, yang bersifat karsinogenik dan dapat memicu kanker, serta mengganggu perkembangan janin dan sistem imun.
- Logam berat seperti Merkuri dan Timbal, yang dapat merusak saraf pusat, menurunkan IQ anak, serta menyebabkan gagal ginjal.
- Debu halus PM2.5 yang dapat masuk ke aliran darah, berpotensi menyebabkan penyakit jantung kronis dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Oleh karena itu, keputusan terkait lokasi dan desain PSEL harus mempertimbangkan tidak hanya aspek teknis tetapi juga dampak jangka panjang terhadap kesehatan masyarakat dan infrastruktur yang ada.




