Uji Nalar dan Kreativitas Melalui Kontes Pidato Unindra 2026
Kompetisi Berpidato untuk Generasi Muda
Kemampuan berpidato dalam bahasa Inggris tidak hanya mencerminkan kemampuan berbicara, tetapi juga mencerminkan kemampuan berpikir kritis dalam penggunaan bahasa asing. Dalam konteks ini, Lembaga Pengembangan Bahasa Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) menyelenggarakan Speaking Contest 2026, yang bertujuan untuk menguatkan kemampuan berpikir kritis, literasi, dan keterampilan public speaking di kalangan generasi muda. Hal ini menjadi semakin penting di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Menjaga Relevansi Pendidikan
Dengan tema "Speaking in the AI Era: Literacy, Education, and Creativity of the Future Generation", kompetisi ini terbuka untuk siswa SMA/SMK/MA, mahasiswa, serta guru dari berbagai daerah. Rektor Unindra, Prof. Dr. Sumaryoto, mengapresiasi kegiatan ini sebagai salah satu bentuk inovasi dalam pengembangan literasi bahasa dan peningkatan kemampuan berbahasa Inggris di kalangan peserta.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Unindra untuk meningkatkan literasi bahasa dan kemampuan memahami Bahasa Inggris sesuai dengan tuntutan dunia pendidikan saat ini," ungkapnya.
Strategi Peningkatan Kompetensi
Kepala Lembaga Pengembangan Bahasa Unindra, M. Kabul Budiono, menjelaskan bahwa ajang ini dirancang tidak hanya sebagai lomba pidato, tetapi juga sebagai ruang untuk aktualisasi gagasan dan kemampuan komunikasi. "Peserta dituntut untuk menyampaikan ide secara kritis, kreatif, dan komunikatif dalam bahasa Inggris. Kompetisi ini juga menunjukkan kesungguhan Unindra dalam penyelenggaraan mata kuliah Bahasa Inggris," jelasnya.
Format Kompetisi dan Seleksi Peserta
Kompetisi dibagi menjadi dua kategori: kelompok untuk siswa (2-3 orang per tim) dan kategori individu untuk mahasiswa serta guru. Setiap peserta diwajibkan mengirimkan naskah gagasan yang memiliki tingkat kemiripan maksimal 25 persen, serta video presentasi berdurasi 5-10 menit.
Sekretaris LPB Unindra dan Ketua Panitia, Dr. Muhammad Sulhan, menyatakan bahwa proses seleksi akan dilakukan secara ketat untuk menjaring peserta terbaik. "Kami berharap dapat menghadirkan finalis yang tidak hanya unggul dalam bahasa, tetapi juga memiliki kualitas gagasan yang kuat dan relevan dengan perkembangan zaman," ujarnya.
Proses seleksi akan menentukan lima peserta terbaik di setiap kategori yang akan melanjutkan ke babak final, yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Mei 2026.




