Trump Tarik Video Rasis tentang Keluarga Obama, Dikecam Lintas Partai
Sumber Foto: Liputan6.com
Sosial

Trump Tarik Video Rasis tentang Keluarga Obama, Dikecam Lintas Partai

Anggota DPR dari New York, Mike Lawler, juga mengecam keras video itu dan menyebutnya “salah dan sangat menyinggung”, seraya mengatakan bahwa unggahan tersebut seharusnya segera dihapus disertai permintaan maaf.

Kecaman berlanjut meski video telah ditarik. Senator Republik John Curtis dari Utah menilai video itu “jelas rasis dan tidak dapat dimaafkan”, serta menegaskan seharusnya konten tersebut tidak pernah diunggah atau dibiarkan beredar selama itu.

Menurut laporan media AS, sejumlah politisi Republik menghubungi Gedung Putih tak lama setelah video tersebut diunggah dan diberi tahu bahwa presiden merasa “kecewa” karena unggahan itu dibuat oleh staf.

Trump sendiri mengatakan bahwa ia mengunggah puluhan video ke akun Truth Social miliknya dalam satu malam. “Saya melihat ribuan hal,” ujarnya saat berada di pesawat kepresidenan Air Force One. Ia menambahkan bahwa dirinya menyukai pesan video terkait dugaan kecurangan pemilu, namun mengakui bahwa jika stafnya menonton keseluruhan video, “mungkin mereka akan cukup bijaksana untuk menghapusnya”.

Reaksi keras juga datang dari Partai Demokrat dan tokoh masyarakat. Presiden NAACP Derrick Johnson menyebut video itu “menjijikkan dan sangat tercela”, serta menuding Trump berupaya mengalihkan perhatian publik dari isu lain, termasuk kasus Epstein dan kondisi ekonomi.

Mantan pejabat Gedung Putih era Obama, Ben Rhodes, mengatakan video tersebut akan menjadi noda bagi Trump. “Biarlah hal itu menghantui Trump dan para pengikut rasisnya,” ujarnya.

Gubernur Illinois JB Pritzker secara terbuka menyebut Trump sebagai rasis, sementara kantor Gubernur California Gavin Newsom menyebut unggahan tersebut sebagai “perilaku menjijikkan oleh presiden” dan mendesak seluruh Partai Republik untuk mengecamnya.

Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries juga melontarkan kecaman keras, menyebut Trump sebagai “makhluk menjijikkan, tidak waras, dan jahat”, serta menyerukan agar seluruh anggota Partai Republik mengecam apa yang ia sebut sebagai kefanatikan Trump.

Video tersebut merupakan bagian dari rangkaian konten yang kembali mengangkat teori konspirasi pemilu 2020—klaim yang telah berulang kali dibantah oleh pengadilan, pejabat pemilu, dan lembaga independen di Amerika Serikat.