Tanker Rusia Uji Blokade AS dengan Pengiriman BBM ke Kuba
Sumber Foto: IDNFinancials
Internasional

Tanker Rusia Uji Blokade AS dengan Pengiriman BBM ke Kuba

JAKARTA - Sebuah kapal tanker yang diyakini mengangkut bahan bakar asal Rusia sedang berlayar menuju Kuba, menguji efektivitas sanksi yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump di tengah krisis energi berat yang melanda negara Karibia tersebut.

Dikutip Bloomberg, berdasarkan data perusahaan intelijen maritim Kpler Ltd, kapal Sea Horse diperkirakan tiba awal Maret dengan membawa hampir 200.000 barel gasoil Rusia. Bahan bakar itu krusial bagi Kuba untuk kebutuhan transportasi, memasak, dan pembangkit listrik, ketika pasokan listrik nasional terus merosot dan tingkat cahaya malam hari turun hingga sekitar 50% menurut citra satelit.

Disisi lain, tekanan AS terhadap Havana meningkat sejak akhir tahun lalu, setelah aparat AS menyita kapal yang membawa minyak mentah Venezuela ke Kuba. Setelah penangkapan pemimpin Venezuela dan sekutu lama Kuba, Nicolas Maduro, pemerintahan Trump memerintahkan pemerintah sementara Venezuela menghentikan pengiriman minyak ke Kuba. AS juga mengancam tarif bagi negara mana pun yang memasok bahan bakar ke Kuba, mendorong Meksiko menghentikan pengiriman.

Kuba sangat bergantung pada impor minyak dan bahan bakar karena produksi domestik yang terbatas. Hingga kini, belum jelas apakah Sea Horse dapat menembus blokade AS, yang telah menyita setidaknya sembilan kapal terkait pengangkutan minyak bersanksi.

Sementara itu, Rusia menghadapi sanksi internasional yang semakin ketat akibat perang di Ukraina. AS dan negara-negara Eropa juga meningkatkan penyitaan kapal dari “armada bayangan” yang digunakan untuk mengalirkan minyak bersanksi.

Kehadiran militer AS di Karibia telah memangkas pasokan minyak ke Kuba. Awal bulan ini, kapal tanker Ocean Mariner, yang kerap mengirim bahan bakar ke Kuba mengalihkan tujuan ke Bahama meski membawa 30.000 barel diesel dari pelabuhan Barranquilla, Kolombia, menurut laporan pengapalan yang dilihat Bloomberg.

Pada Januari, Kuba tercatat tidak menerima pasokan minyak sama sekali untuk pertama kalinya dalam satu dekade. Analis minyak senior Vortexa Ltd, Rohit Rathod, mengatakan pasokan minyak yang masuk pada Desember kemungkinan hanya cukup untuk beberapa minggu. (DH)