Sepuluh Sekolah di Bekasi Terlibat dalam Uji Coba Instrumen Akademik
Kota Bekasi menjadi salah satu lokasi uji coba instrumen akademik yang melibatkan sepuluh sekolah. Program ini merupakan bagian dari upaya pengukuran kualitas soal pendidikan di wilayah Jawa Barat, yang juga melibatkan tiga kota dan kabupaten lainnya.
Uji coba tersebut bertujuan untuk mengukur kemampuan literasi, numerasi, serta daya nalar siswa. Selain itu, kegiatan ini juga diadakan untuk memvalidasi kualitas soal yang akan digunakan dalam Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Hasil dari uji coba ini nantinya akan disusun menjadi bank soal untuk Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan ANBK.
Menurut Ayi, Tim Teknisi Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III, kegiatan ini sangat penting untuk memastikan kualitas soal yang akan digunakan. "Salah satu hasil uji coba ini nanti untuk bank soal, pembuatan soal TKA dan ANBK," ujarnya.
Materi yang diujikan dalam uji coba ini lebih fokus pada literasi dan numerasi, khususnya mata pelajaran bahasa dan matematika. Uji coba ini melibatkan siswa kelas XI dari masing-masing sekolah, dengan total 120 siswa per sekolah yang dibagi menjadi dua sesi setiap harinya.
"Untuk masing-masing sekolah, 120 siswa kelas 11, yang dibagi menjadi dua sesi per hari," tambah Ayi.
Kegiatan uji coba instrumen akademik ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 21 hingga 23 April 2026. Sepuluh sekolah yang terlibat terdiri dari SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta, dengan masing-masing lima sekolah dari setiap jenjang.




