Pemanfaatan Jaringan 5G Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Indonesia
Sumber Foto: Kompasiana.com
Teknologi

Pemanfaatan Jaringan 5G Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Indonesia

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi di Indonesia telah berjalan dengan sangat pesat. Tidak mengherankan, karena Indonesia kini telah memasuki zaman baru dalam teknologi jaringan, dengan diluncurkannya jaringan 5G secara komersial sejak bulan Mei 2021.

Berdasarkan laporan terbaru dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) melalui Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Penggunaan Internet 2025, tercatat bahwa tahun ini 80,66% masyarakat Indonesia sudah terkoneksi dengan internet. Angka ini berjumlah 229,43 juta orang dari total populasi 284,44 juta jiwa. Data ini menunjukkan tren positif dalam penggunaan teknologi jaringan yang telah menjadi dominan di Indonesia.

Sekilas tentang jaringan 5G, generasi kelima teknologi seluler ini memiliki kelebihan dalam hal kecepatan akses, untuk meng-upload dan meng-download, dan didukung oleh koneksi yang lebih stabil dibandingkan dengan jaringan 4G sebelumnya.

Kemajuan teknologi tersebut berpengaruh positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan teknologi jaringan. Menurut Muhammad Rizki Santosa dalam artikelnya di Kompasiana, penerapan teknologi jaringan 5G di sekolah menawarkan banyak manfaat, mulai dari kemudahan bagi guru dan siswa dalam mengakses beragam sumber pembelajaran tanpa masalah buffering, kolaborasi langsung menggunakan cloud computing seperti Google Classroom, hingga kemudahan dalam pembelajaran jarak jauh.

Perkembangan teknologi jaringan adalah berita baik, terutama dalam meningkatkan kualitas proses belajar, dan sekaligus menjawab tantangan zaman yang terus berubah. Namun, dalam praktiknya, masih ada ketimpangan infrastruktur, terutama di daerah terpencil, serta keterbatasan kemampuan para pendidik dalam memanfaatkan teknologi jaringan yang tersedia.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menjalin kerjasama antara berbagai elemen pendidikan guna mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan, serta program peningkatan kualitas bagi tenaga pendidik dalam memanfaatkan teknologi jaringan. Selain itu, saya menilai hal yang mendasar adalah perlunya kesamaan visi diantara seluruh elemen pendidikan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang inovatif dan adaptif. Dengan memiliki tujuan yang sama, semangat yang seirama akan terbentuk, sehingga tuntutan perubahan dan perbaikan dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan masif.