Menjaga Akuntabilitas Perusahaan Melalui Gugatan Derivative Action
Sumber Foto: Kumparan.com
Hukum

Menjaga Akuntabilitas Perusahaan Melalui Gugatan Derivative Action

Perbesar

Gugatan derivative action dalam hukum perusahaan menjadi salah satu mekanisme penting untuk menjaga akuntabilitas pengelolaan perusahaan. Melalui gugatan ini, pemegang saham dapat memperjuangkan kepentingan perusahaan jika direksi atau komisaris dinilai merugikan perusahaan. Untuk memahami lebih jauh, berikut penjelasan konsep, dasar hukum, hingga manfaat dan tantangan implementasinya.

Pengertian dan Tujuan Derivative Action

Gugatan derivative action dalam hukum perusahaan merupakan instrumen hukum yang memungkinkan pemegang saham menggugat pengurus perusahaan atas dugaan perbuatan melawan hukum. Menurut artikel Derivatif Action sebagai Upaya Perlindungan Hukum bagi Perusahaan PMA oleh Muhammad Reza Firdaus, derivative action adalah gugatan yang diajukan oleh pemegang saham atas nama perusahaan, bukan atas nama diri sendiri.

Definisi Derivative Action dalam Hukum Perusahaan

Derivative action dapat diartikan sebagai hak khusus bagi pemegang saham untuk menggugat pengurus yang dianggap merugikan perusahaan. Gugatan ini bertujuan agar perusahaan mendapatkan ganti rugi atau pemulihan atas kerugian yang terjadi.

Dasar Hukum Derivative Action di Indonesia

Meskipun Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT) tetap menjadi pilar utama, implementasinya kini telah diperkuat dan diselaraskan melalui Undang-Undang No. 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perpu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Perubahan ini memberikan konteks baru pada tata kelola perusahaan (Corporate Governance) dan perlindungan hak pemegang saham minoritas.

Subjek yang Berhak Mengajukan Derivative Action

Pemegang saham yang mewakili paling sedikit 1/10 dari seluruh saham dengan hak suara berhak mengajukan gugatan ke pengadilan. Syarat ini diatur untuk menjaga proporsionalitas dan mencegah abuse of power.

Proses dan Syarat Pengajuan Derivative Action

Pengajuan gugatan derivative action tidak bisa sembarangan. Ada beberapa tahapan dan persyaratan yang harus dipenuhi agar gugatan dapat diterima oleh pengadilan.

Tahapan Pengajuan Gugatan

Proses dimulai dari pengumpulan bukti adanya dugaan kerugian perusahaan, konsultasi hukum, hingga pendaftaran gugatan ke pengadilan. Setiap tahapan harus dijalankan secara hati-hati agar efektif.

Syarat Formal dan Materiil Pengajuan

Syarat formal meliputi jumlah saham minimal dan bukti tertulis dugaan kerugian. Sementara itu, syarat materiil berkaitan dengan adanya tindakan pengurus yang melanggar hukum atau anggaran dasar perusahaan.

Manfaat dan Tantangan Implementasi Derivative Action

Gugatan derivative action dalam hukum perusahaan menghadirkan banyak manfaat, namun implementasinya tidak lepas dari tantangan, terutama di Indonesia.

Manfaat bagi Pemegang Saham dan Perusahaan

Mekanisme ini memperkuat perlindungan hukum bagi pemegang saham minoritas dan mendorong manajemen perusahaan yang transparan. Perusahaan juga diuntungkan karena potensi kerugian bisa ditekan.

Kendala dan Tantangan di Praktik Perusahaan Indonesia

Tantangan utama dalam implementasi derivative action di Indonesia adalah minimnya pemahaman pemegang saham soal hak ini dan proses hukum yang cukup kompleks. Selain itu, budaya perusahaan yang masih tertutup menjadi penghambat utama.