Menghormati Dr. H. Aswar Hasan: Sosok Akademisi yang Berkontribusi Luas
Dunia pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam pengembangan gagasan-gagasan besar yang dapat mendorong kemajuan suatu bangsa. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, terdapat kekhawatiran mengenai kemampuan perguruan tinggi untuk tetap menjadi instrumen kemajuan, terutama seiring dengan meningkatnya birokrasi dan beban administrasi yang dihadapi oleh para dosen.
Di tengah situasi ini, Dr. H. Aswar Hasan muncul sebagai sosok akademisi yang konsisten dalam memperjuangkan ilmu pengetahuan. Ia dikenal aktif menuliskan gagasan dan refleksi mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan politik bangsa dalam berbagai media.
Pendidikan dan Aktivisme
Dr. Aswar Hasan dikenal sebagai seorang akademisi yang tidak hanya terlibat dalam dunia pendidikan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Sebagai pembina Forum Kajian Insani (FKI) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, beliau memberikan kontribusi yang besar dalam berbagai program.
Pada tahun 1998, Dr. Aswar turut hadir dalam Kongres Umat Islam Indonesia yang dihadiri oleh berbagai kalangan intelektual dan politisi, menandakan komitmennya terhadap pergerakan Islam dan keterlibatan dalam isu-isu sosial. Dalam konteks ini, beliau juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Komite Persiapan Penegakkan Syariat Islam (KPPSI), melibatkan banyak ulama dan akademisi.
Keterlibatan dalam Komunitas
Selain aktif dalam kegiatan akademis, Dr. Aswar juga merupakan bagian dari kepengurusan Masjid Al-Markaz Al-Islami di Makassar, yang menjadi pusat kegiatan spiritual bagi masyarakat dan mahasiswa. Beliau terlibat dalam berbagai kegiatan dakwah dan pencerahan spiritual, menunjukkan kepeduliannya terhadap kehidupan spiritual masyarakat.
Karya Tulisan dan Pemikiran
Dr. Aswar dikenal sebagai penulis yang produktif. Ia rutin menulis untuk Harian Pagi Fajar, Tribun Timur, dan media lainnya, menyuarakan pendapatnya mengenai isu-isu penting, termasuk kritik terhadap penegakan hukum di Indonesia. Karya-karyanya tidak hanya mencerahkan masyarakat, tetapi juga berfungsi sebagai kritik konstruktif terhadap kondisi bangsa.
Peran di Dunia Publik
Karier Dr. Aswar tidak hanya terbatas pada dunia akademis. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) dan Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam perannya ini, ia berupaya mengawasi tayangan media dan memberikan pencerahan kepada publik tentang konten yang mendidik.
Kesimpulan
Dr. H. Aswar Hasan merupakan sosok akademisi yang tidak biasa, yang menggabungkan berbagai peran sebagai intelektual, muballigh, dan aktivis sosial. Dedikasinya terhadap pendidikan, masyarakat, dan bangsa patut diteladani. Keberadaan beliau menjadi inspirasi bagi banyak orang, dan kepergiannya meninggalkan jejak yang mendalam di hati para murid dan koleganya.
Selamat jalan, Dr. H. Aswar Hasan. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik bagi beliau.




