Keluhkan Soal Matematika Dinilai Sulit, Peserta UN Ramai Berkomentar di Instagram Mendikbud
Jakarta — Sejumlah peserta Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) ramai menyampaikan keluhan terkait tingkat kesulitan soal matematika melalui akun Instagram Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, @muhadjir_effendy.
Para peserta mengeluhkan soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dinilai tidak sesuai dengan uji coba dan kisi-kisi yang mereka pelajari.
Keluhan peserta di media sosial
Salah satu akun, @_putrilee, menilai soal UN Matematika terlalu sulit dan tidak sesuai dengan materi yang dipelajari.
“Parah, soal UN MTK-nya susah banget, percuma belajar siang malam pagi sore nggak ada yang keluar,” tulis akun tersebut, Jumat (13/4).
Akun lain, @anon2585, meminta Mendikbud mencoba mengerjakan soal matematika agar mengetahui tingkat kesulitan yang dirasakan peserta.
“coba pak, sekali kali kerjain UN mtk yang sekarang, biar bapak tau betapa susahnya kita mengerjakan soal soal yang bapak kasih,” tulisnya.
Sementara itu, @ryukie78 menyoroti dampak nilai UN yang tetap tercantum dalam ijazah meski UN tidak lagi menjadi syarat kelulusan.
“Coba bapak bayangin misalnya anak bapak ikutan UN, gue yakin dia pasti bakal kewalahan (kecuali kalo bapak bantu ) emang sih UN enggak dijadiin syarat kelulusan, tapi kan nilainya masuk d ijazah yg dipake pas mau kerja. Gimana gak bnyk pengangguran kalo semuanya dipersulit,” tulis akun tersebut.
Kemendikbud: Soal mengukur daya nalar tinggi
Sebelumnya, Mendikbud Muhadjir Effendy menyatakan pemerintah mulai memberlakukan soal yang menuntut kemampuan bernalar tinggi atau high order thinking skills (HOTS).
“Kami mulai berlakukan soal-soal yang dapat mendeteksi kemampuan siswa dengan menggunakan soal yang membutuhkan daya nalar tinggi atau ‘HOTS’,” ujar Muhadjir.
Ia menambahkan, penerapan soal HOTS ditujukan untuk meningkatkan kualitas UN secara substantif.
“Soal seperti itu nantinya akan menjadi standar pelaksanaan UN hingga 2025. Dengan demikian, kita harapkan bisa mendeteksi kemampuan siswa-siswi kita,” katanya.
Penilaian Kemendikbud soal kesesuaian kisi-kisi
Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Kemendikbud, Muhamad Abduh, menyatakan soal UNBK Matematika yang dikeluhkan peserta sudah sesuai dengan kisi-kisi yang ditetapkan.
“Dari perspektif kami, soal-soal yang diujikan sudah sesuai dengan kisi-kisi yang ditetapkan,” ujar Abduh.
Menurut Abduh, dari sisi siswa, soal tersebut dapat terlihat sulit dikerjakan. Namun, ia menegaskan materi yang diuji tetap mengacu pada kisi-kisi soal UN yang telah diberikan.




