Kaltara Perlu Tingkatkan Pemanfaatan Teknologi untuk Maju
- Penggunaan teknologi dalam membangun kemajuan sebuah daerah dinilai penting. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua II Bidang Keuangan, SDM dan Sarana Pra Sarana STMIK LPKIA Tarakanita Rahmawati, Muhammad, Kamis (22/6).
Lebih lanjut dikatakan Muhammad, perkembangan teknologi di Tarakan terus dilakukan, hal ini sejalan dengan wacana Pemerintah Kota Tarakan untuk memasang CCTV di kawasan pesisir untuk memantau aktivitas laut.
Sehingga jika perkembangan teknologi di Tarakan kian maju, maka hal ini akan menjadi tugas masyarakat untuk memanfaatkan kecanggihan teknologi. Sebab, jika masih ditemukan layanan yang belum didukung pada perkembangan teknologi, maka akan menjadi tugas bersama antara masyarakat untuk menyampaikan kepada pihak pemerintah agar dapat disediakan.
Menurut pandangannya, terkait layanan pemerintah dalam mengelola pendapatan asli daerah (PAD) si sektor parkir dinilai belum maksimal pemanfaatannya. Sehingga hal ini sangat disayangkan sebab seharusnya dapat dipercepat agar pendapatannya dapat lebih jelas dan cepat.
Pada bencana alam, dapat menggunakan alat deteksi dini, misalnya hujan deras yang akan memicu terjadinya banjir dan longsor. Ini dinilai mampu membantu masyarakat dalam mengurangi korban bencana alam. "Apalagi kalau kondisi cuaca nggak menentu, ini dapat membantu masyarakat karena bisa mengurangi jumlah korban akibat bencana alam," jelasnya.
Menurut Muhammad, pemanfaatan teknologi ini dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi khusus. Muhammad melanjutkan bahwa mencerdaskan masyarakat melalui kecanggihan teknologi merupakan tantangan bagi pemerintah saat ini, sebab masyarakat perlu mempersiapkan diri dalam menyamnut era teknologi yang kian masif apalagi perkembangan tenaga kerja di Kaltara terbilang besar saat ini terbilang cukup berpeluang dikarenakan makin bertambahnya jumlah perusahaan dan usaha di Kalimantan Utara yang membutuhkan ribuan tenaga kerja.
Dirinya juga menyoroti layanan teknologi di sejumlah pemerintahan di Kota Tarakan yang dinilai masih belum berjalan maksimal. Pemerintah, masih perlu terbuka terhadap permasalahan ini agar memecah permasalahan yang terjadi ini sesuai konsep kota smart city di era Wali Kota Khairul dan Wakil Wali Kota Efendhi.
Selain itu, kebingungan masyarakat dalam mengakses tekonologi yang telah disediakan oleh pemerintah seharusnya juga bisa dituntaskan melalui modul atau panduan terhadap tata cara menggunakan aplikasi tersebut.
Teknologi yang pesat juga dapat mengancam tenaga kerja manusia. Kehadiran teknologi inilah dapat mengurangi 30 persen tenaga kerja di Indonesia. Untuk menghadapi tantangan tersebut, tenaga kerja wajib mempersiapkan kompetensi, skill, keahlian, kepemimpinan, komunikasi dalam menjawab tantangan tersebut.




