Inggris Terapkan 300 Sanksi Baru Terhadap Rusia untuk Tekan Pendanaan Perang
Sumber Foto: BeritaKaltim.Co
Internasional

Inggris Terapkan 300 Sanksi Baru Terhadap Rusia untuk Tekan Pendanaan Perang

Share

BERITAKALTIM.CO-Pemerintah Inggris pada Selasa (24/2) mengumumkan hampir 300 sanksi baru terhadap Rusia dalam paket yang disebut sebagai yang terbesar sejak awal perang di Ukraina.

Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Inggris menyebut sanksi tersebut diumumkan bertepatan dengan peringatan keempat Perang Ukraina dan menargetkan aliran pendapatan utama Rusia, termasuk sektor energi serta pemasok militer.

“Tindakan hari ini menargetkan salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia, PJSC Transneft, yang bertanggung jawab mengangkut lebih dari 80 persen ekspor minyak Rusia,” demikian pernyataan tersebut.

Targetkan Transneft dan Jaringan Minyak “Bayangan”

Salah satu perusahaan yang dikenai sanksi adalah PJSC Transneft, operator jaringan pipa utama yang mengalirkan sebagian besar ekspor minyak Rusia.

Selain itu, Inggris juga menjatuhkan sanksi kepada 175 perusahaan yang terkait dengan kelompok perdagangan minyak “2Rivers”, yang disebut sebagai salah satu operator armada bayangan terbesar di dunia dan pedagang utama minyak mentah Rusia.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya London untuk menghambat Kremlin mencari pembeli minyak di tengah pembatasan internasional.

Sasar Pemasok Drone dan Perbankan

Paket sanksi terbaru juga menargetkan 49 entitas dan individu, termasuk pemasok internasional drone, komponen militer, dan teknologi yang digunakan Rusia.

Tak hanya itu, sembilan bank yang memfasilitasi pembayaran lintas batas Rusia turut masuk dalam daftar sanksi, guna membatasi akses pendanaan global Moskow.

Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, menyatakan langkah tersebut merupakan tindakan tegas untuk mengganggu pendanaan penting yang menopang agresi Rusia.

“Inggris hari ini telah mengambil tindakan terbesar kami sejak bulan-bulan awal invasi,” ujarnya.

Tambahan Dana untuk Ukraina

Dalam kesempatan itu, Cooper yang berada di Kiev juga mengumumkan pendanaan sebesar £30 juta untuk memperkuat ketahanan energi Ukraina dan mendukung pemulihan pascaperang.

Dengan tambahan tersebut, total dukungan Inggris kepada Ukraina sejak awal perang mencapai £21,8 miliar.

Cooper menegaskan bahwa Inggris akan terus mendukung Ukraina dan membela keamanan Eropa.

“Keamanan Ukraina adalah keamanan kita,” katanya.

Langkah ini menandai eskalasi tekanan ekonomi Barat terhadap Rusia di tengah konflik yang masih berlangsung.

Sumber: Anadolu Agency

ANTARA|Wong|Ar

Dukungan Inggris ke Ukraina Paket sanksi terbesar Inggris Sanksi Inggris ke Rusia Sanksi Rusia 2026 Transneft disanksi

194

Share

arif rahmadani 1252 posts 0 comments

Prev Post

China Desak AS dan Iran Tahan Diri, Negosiasi Nuklir Digelar di Tengah Peningkatan Militer

Next Post

DPR Minta Kemenlu Petakan WNI di Meksiko di Tengah Kerusuhan Usai Tewasnya El Mencho