CEO Ericsson: Eropa Berisiko Tertinggal dalam Pengembangan AI
Vlad Savov–Bloomberg News
Bloomberg, Eropa berisiko tertinggal dalam kecerdasan buatan (artificial intelligence /AI) jika tidak mempercepat pengembangan jaringan telekomunikasinya, menurut CEO Ericsson AB, Borje Ekholm.
Berbicara kepada Bloomberg News di MWC Barcelona, Ekholm membandingkan langkah lambat Eropa dalam adopsi 5G dengan China, di mana negara Asia tersebut lebih siap untuk mengadopsi AI secara besar-besaran berkat infrastruktur seluler yang lebih canggih.
“China telah membangun jaringan 5G standalone. Mereka berada dalam posisi yang sangat baik, berdasarkan model bahasa kecil, untuk mengembangkan kasus penggunaan,” kata Ekholm.
“Eropa telah memilih untuk menjadi ‘museum’. Itu adalah pilihan yang harus diterima oleh warga Eropa.”
Baca Juga
Nvidia Bicara Perkawinan AI dengan Jaringan Telekomunikasi 6G
Mengenal Lebih Dekat Claude AI yang Diduga AS Pakai Serang Iran
5 Aplikasi Open-Source Terbaik yang Bisa Jalan di Browser
Next article →




