73 Keluarga di Aceh Utara Masih Tanpa Listrik Pasca Bencana
ACEH UTARA, KOMPAS.com – Sebanyak 73 kepala keluarga di Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, belum menerima suplai listrik hingga Jumat (20/3/2026).
Kepala Desa Leubok Pusaka, Janni dihubungi per telepon menyebutkan, mereka tersebar di 2 dusun yaitu Dusun Translok sebanyak 30 kepala keluarga dan 43 kepala keluarga di Dusun Rumah Putih, desa itu.
“Penyebabnya akses jalan ke Dusun Translok belum bisa. Sehingga PLN (Perusahaan Listrik Negara) belum bisa memasang listrik ke daerah pedalaman itu,” kata Janni.
Sedangkan untuk Dusun Rumah Putih, sambung Janni, pasokan kabel listrik masih diupayakan oleh PLN.
“PLN bilang kabel unuk dusun itu masuk ke usulan kedua. Makanya, agak terlambat,” terang Janni.
Meski begitu, dia berharap PLN mempercepat pemulihan listrik pascabanjir pada 26 November 2025 lalu ke seluruh desa tersebut.
Sehingga warga tidak lagi direpotkan dengan membeli bahan bakar untuk menghidupkan mesin generator listrik pada malam hari.
“Kami harap bisa dipercepat pemulihan suplai listrik, sudah tiga bulan warga tanpa listrik setelah bencana banjir,” harap Janni.
Kendala Akses
Sementara itu, Manajer PT PLN UP3 Lhokseumawe Husni dihubungi terpisah menyebutkan kendala utama pemulihan suplai listrik pascabanjir dan longsor di Aceh pada akses jalan.
Dia mencontohkan di Desa Serule dan Desa Atu Payung, Kabupaten Aceh Tengah, jalan putus dan tertimbun longsor. Sehingga petugas lapangan tak bisa mengangkut material ke lokasi bencana.
“Prinsipnya kalau jalan bisa dilalui, kami bisa mengerjakan lebih cepat. Kemarin di Desa Serule dan Atu Payung longsor dan jalan putus. Itu kendala utama kita dalam pemulihan suplai listrik pascabanjir,” terangnya.
Meski begitu, dia berjanji sesegera mungkin memulihkan suplai listrik ke seluruh layanan kantornya.
“Termasuk Leubok Pusaka Aceh Utara, jika jalan lancar, segera kami pulihkan suplai listrik ke dua dusun di sana,” pungkasnya.




