Yogyakarta Luncurkan Program Parenting Kebangsaan untuk Anak Usia Dini
Sumber Foto: Kompas.tv
Lifestyle

Yogyakarta Luncurkan Program Parenting Kebangsaan untuk Anak Usia Dini

Kompas.tv

Penulis : Adv Team

KOMPAS.TV – Di tengah arus globalisasi yang kian deras, menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda menjadi tantangan tersendiri. Pemerintah Kota Yogyakarta tampil dengan solusi inovatif melalui Program Parenting Kebangsaan yang menyasar anak usia dini, tepatnya balita berusia 0-60 bulan atau lima tahun.

Program yang digagas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Yogyakarta ini lahir dari keprihatinan akan minimnya program wawasan kebangsaan yang menyentuh anak-anak di masa golden age. Padahal, periode inilah yang paling krusial dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai dasar seseorang.

Menginternalisasi Pancasila Melalui Peran Orang Tua

Parenting Kebangsaan bukan sekadar program sosialisasi biasa. Program ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme, wawasan kebangsaan, demokrasi, serta pengamalan Pancasila kepada anak melalui peran aktif orang tua. Dengan kata lain, orang tua menjadi ujung tombak dalam membina dan mendidik anak dengan landasan nilai-nilai Pancasila.

Program ini sudah diinisiasi sejak 2021, namun pandemi COVID-19 menghambat sosialisasi ke masyarakat. Memasuki tahun 2025, Bakesbangpol mengintensifkan program ini ke berbagai kelurahan di seluruh Kota Yogyakarta dengan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan sebagai pijakan utama.

Keberhasilan program ini tidak lepas dari kerja sama solid antara Bakesbangpol, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TPPKK), dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Pelindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) Kota Yogyakarta.

Melalui sinergi ini, program mampu menyentuh langsung keluarga-keluarga dengan memaksimalkan posyandu di masing-masing rukun warga (RW) serta mengoptimalkan peran kader Bina Keluarga Balita (BKB) dan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Pendekatan berbasis komunitas ini terbukti efektif. Kelurahan Gedongkiwo, Kecamatan Mantrijeron, yang membawahi 18 RW menjadi salah satu dari 20 kelurahan yang telah menjalankan program ini sejak Maret 2025. Para kader turun langsung memberikan pemahaman kepada orang tua terkait pentingnya menanamkan cinta tanah air sejak dini.

Respons Positif dan Harapan Ke Depan

Hingga kini, Program Parenting Kebangsaan telah menjangkau 3.689 balita atau lebih dari 30 persen anak usia dini di Kota Yogyakarta. Angka ini menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat.

Para orang tua menyambut baik program ini karena merasa mendapat panduan praktis dalam memberikan pemahaman kepada anak tentang cinta tanah air, mengenal simbol-simbol negara, hingga nilai-nilai luhur Pancasila yang dikemas dalam bahasa sederhana sesuai usia anak.

Baca Juga: Digitalisasi Pembelajaran: Wujud Nyata Pemerataan Pendidikan Berkualitas di Indonesia

Parenting Kebangsaan adalah investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang mencintai dan memahami nilai-nilai kebangsaan sejak masa golden age. Program ini menunjukkan bahwa penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan HAM dapat dimulai dari pendekatan sederhana namun fundamental, yaitu keluarga.

Memupuk nasionalisme sejak dini adalah tanggung jawab bersama, terutama keluarga sebagai lingkungan pertama anak. Generasi muda dengan wawasan kebangsaan kuat akan tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang cerdas, mencintai tanah air, dan menjaga keutuhan NKRI.

TAG : Parenting Kebangsaan Yogyakarta Orang Tua Anak

Sumber : Kompas TV

KOMPASTV SHORTS

DUA WISATAWAN TERSERET OMBAK DI SUKABUMI #short

BANDARA SULTAN HASANUDDIN BERSIAP HADAPI ARUS BALIK LEBARAN #short

RIBUAN PEMUDIK TIBA DI STASIUN PASAR SENEN JAKARTA #short

BURON SELAMA DUA TAHUN, SEORANG DPO DITANGKAP DI BUS #short

POLISI RAZIA MOBIL PICK-UP BAWA ORANG #short

Lihat Semua

BERITA LAINNYA

KOMPAS DUNIA

Perang Iran Vs Israel-AS Memanas! Rusia Usulkan Hal Ini

23 Maret 2026, 23:57 WIB

Humaniora

Libur Lebaran, Begini Penampakan Kepadatan Wisatawan Malioboro Sejak Sore hingga Malam (23/3/2026)

23 Maret 2026, 23:47 WIB

Info Publik

BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca 23-25 Maret 2026, Hujan Lebat Berpotensi Terjadi, Ini Daftarnya

23 Maret 2026, 23:45 WIB

Peristiwa

Puncak Arus Balik Lebaran Dimulai, Korlantas Siapkan Strategi Khusus

23 Maret 2026, 23:27 WIB

Peristiwa

TNI AL Serahkan Jenazah Prajurit Marinir yang Gugur di Maybrat pada Pihak Keluarga

23 Maret 2026, 23:24 WIB

Peristiwa

Arus Balik Lebaran, 50.000 Pemudik Tiba dan Padati Stasiun Senen | Senin 23 Maret

23 Maret 2026, 23:16 WIB

Peristiwa

Terbaru! Arus Balik, 18 Ribu Kendaraan Kembali ke Jakarta | 23 MARET 2026

23 Maret 2026, 23:04 WIB

KOMPAS DUNIA

Zulfan Lindan & Pengamat Intelijen soal Iran Bakal Tutup Total Selat Hormuz Pasca Diancam Trump

23 Maret 2026, 22:59 WIB

Hukum

KPK Sebut Yaqut Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Rumah Sakit Sebelum Ditahan Lagi di Rutan

23 Maret 2026, 22:55 WIB

Kalimantan

Misteri Jasad Termutilasi di Samarinda Terungkap, Suami Siri dan Ibu Angkat Jadi Pelaku | BERUT

23 Maret 2026, 22:50 WIB