Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Tegaskan Komitmen Terhadap Proses Akademik di Tengah Polemik Yayasan
Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menegaskan komitmennya untuk menjaga kelangsungan proses akademik di tengah situasi polemik yang melibatkan yayasan. Rektor Unikama, Dr. Sudi Dul Aji, M.Si., mengungkapkan bahwa seluruh kegiatan pendidikan, pelayanan mahasiswa, dan pengembangan kampus akan tetap berlangsung normal dan kondusif.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh civitas akademika Unikama pada Selasa, 3 Februari 2026, sebagai respons terhadap isu dualisme kepemimpinan yang beredar. Rektor menekankan bahwa kepentingan mahasiswa dan mutu akademik menjadi prioritas utama, menutup ruang spekulasi mengenai konflik internal.
“Kami sejak awal sudah menyampaikan bahwa mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan tidak ingin dilibatkan dalam persoalan yayasan. Yang terpenting, akademik harus berjalan dengan baik, dan sampai hari ini, akademik berjalan dengan baik,” ujar Sudi Dul Aji.
Dalam pernyataan sikap tersebut, seluruh civitas akademika Unikama menegaskan ketaatan kepada PPLP-PT PGRI Malang yang sah, di bawah kepemimpinan Drs. Agus Priyono, M.M., sesuai dengan Surat Keputusan Kemenkumham. Mereka juga menolak segala tindakan atau keputusan yang diambil oleh pihak-pihak tanpa legalitas yang sah.
“Kami mengikuti sepenuhnya jalur hukum dan keputusan Kemenkumham. Secara normatif dan hukum, posisi kami jelas di sana,” tegas Sudi.
Rektor Unikama menegaskan bahwa pernyataan sikap ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai upaya untuk melindungi iklim akademik. Mahasiswa diharapkan tidak perlu khawatir, dan seluruh sivitas akademika diminta untuk melanjutkan tugas masing-masing.
“Dengan pernyataan sikap ini, kami ingin menegaskan kembali bahwa mahasiswa tidak perlu khawatir. Dosen dan tenaga kependidikan juga tetap bekerja sesuai tupoksinya. Kampus ini harus tetap hidup,” tambahnya.
Di tengah situasi ini, Unikama juga tengah memasuki fase penting penerimaan mahasiswa baru. Sudi menekankan pentingnya menjaga stabilitas kampus untuk membangun citra positif di tengah persaingan pendidikan tinggi.
“Kami sedang dalam proses penerimaan mahasiswa baru dan berusaha membangun citra positif. Jika konflik terus muncul, ini akan memberikan kesan bahwa kampus tidak mampu mengendalikan diri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rektor mengatakan bahwa penyelesaian persoalan yayasan sebaiknya dilakukan di luar ruang akademik, termasuk melalui jalur pengadilan jika diperlukan. “Persoalan yayasan, monggo diselesaikan di luar. Di kampus, yang kami selesaikan adalah persoalan akademik,” jelasnya.
Saat ini, Unikama terus berupaya meningkatkan kualitas institusi melalui pengajuan berbagai hibah kementerian dan usulan afirmasi untuk beberapa program studi. “Kami juga sedang berusaha meraih hibah di kementerian dan mengusulkan afirmasi penerimaan untuk beberapa program studi. Mudah-mudahan masih diberi kesempatan,” imbuh Sudi.
Melalui pernyataan sikapnya, civitas akademika Unikama juga berkomitmen untuk menegakkan disiplin, integritas, dan profesionalisme, serta menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah persatuan kampus.
Sementara itu, dari pihak PPLP PT PGRI, Dr. Nawaji M.Pd, menegaskan bahwa arah pengelolaan Unikama tetap fokus pada pencapaian universitas unggul dan multikultural, dengan mahasiswa sebagai pusat perhatian utama. “Kami mengedepankan kepentingan mahasiswa, memastikan sarana prasarana dilengkapi, proses pembelajaran berjalan nyaman, dan semua kebutuhan mahasiswa terpenuhi,” kata Nawaji.
Ia juga menyebutkan bahwa pengembangan fasilitas dilakukan secara bertahap agar sivitas akademika dapat menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi tanpa hambatan. Salah satu fasilitas yang disorot adalah Rusunawa mahasiswa yang kini telah terisi penuh, dilengkapi Wi-Fi dan sarana digital dengan biaya terjangkau.
Namun, Nawaji mengakui bahwa dinamika konflik yayasan tetap berdampak pada laju pengembangan kampus. “Pasti mengganggu. Yang seharusnya jalan mulus, jadi tersendat. Energi yang mestinya fokus ke pengembangan, kadang teralihkan. Kami harap segera selesai,” ujarnya.




