UMY dan BNNP DIY Perkuat Ketahanan Keluarga dan Sekolah Cegah Penyalahgunaan Narkoba
Sumber Foto: umy.ac.id
Sosial

UMY dan BNNP DIY Perkuat Ketahanan Keluarga dan Sekolah Cegah Penyalahgunaan Narkoba

11:48

Ketahanan Keluarga dan Sekolah – Lonjakan signifikan angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia menjadi alarm serius bagi masa depan generasi muda. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) secara konsisten masuk dalam lima besar provinsi dengan tingkat prevalensi penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia.

Kondisi tersebut mendorong Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (BNNP DIY) meluncurkan Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Khusus bertema “Penguatan Ketahanan Keluarga Berbasis Multidisiplin sebagai Upaya Pencegahan Narkoba di Sekolah Bersinar di Yogyakarta”. Program ini digelar pada Sabtu (7/2) di Gedung Amphiteater Siti Walidah, UMY, dengan fokus pada penguatan pencegahan narkoba berbasis keluarga dan sekolah.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi UMY, Dr. Med. dr. Supriyatiningsih, Sp.OG., M.Kes., menegaskan bahwa pengabdian masyarakat yang dilakukan perguruan tinggi harus berangkat dari tantangan kebangsaan yang nyata, salah satunya ancaman narkoba yang kian kompleks dan sistemik.

“Narkoba adalah musuh kita bersama. Bahkan ancamannya bisa disamakan dengan bentuk infiltrasi lain yang membahayakan bangsa. Ini bukan sekadar persoalan kriminal, tetapi perusak bangsa karena menghancurkan generasi,” ujar dr. Supriyatiningsih, yang akrab disapa dr. Upi.

Ia menyoroti kecanggihan jaringan narkoba yang terus beradaptasi, mulai dari perubahan bentuk dan kemasan hingga modus penyelundupan lintas negara. Menurutnya, upaya penindakan saja tidak cukup tanpa penguatan benteng sosial melalui edukasi dan pola pengasuhan yang sehat.

Baca juga: UMY Luncurkan Program Pengabdian Disabilitas Berbasis Terapi Berkuda

“Yang paling berbahaya, narkoba tidak hanya merusak individu, tetapi juga generasi yang akan dilahirkan. Jika seorang ibu adalah pecandu, anak yang dilahirkan berpotensi membawa kerentanan kesehatan sejak awal kehidupan,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Kepala BNNP DIY, Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K., M.Si., yang memaparkan data terbaru peningkatan angka penyalahgunaan narkoba secara nasional. Ia menyebutkan bahwa pada 2025 jumlah pengguna aktif meningkat tajam dari 3,3 juta menjadi sekitar 5,4 juta orang.

“Jika ditanya usia paling muda pengguna narkoba, jawabannya bukan remaja, tetapi sejak dalam kandungan. Bayi bisa lahir dalam kondisi sudah terpapar narkoba karena ibunya adalah pecandu,” jelasnya.

Untuk merespons situasi tersebut, Sulistyo menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, terutama antara BNN, perguruan tinggi, sekolah, guru, dan orang tua, dalam memperkuat ketahanan keluarga dan sekolah.

“Setiap kegagalan dalam membina anak juga menjadi beban bagi kami. Karena itu, kerja sama dengan UMY dan sekolah-sekolah sangat penting agar guru, orang tua, dan siswa memiliki kesadaran serta daya tangkal sejak dini,” tegasnya.

Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Khusus ini, yang dihadiri oleh guru, orang tua, dan siswa dari SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, SMA Negeri 11 Yogyakarta, SMK Negeri 2 Yogyakarta, dan SMK Negeri 3 Yogyakarta, UMY dan BNNP DIY berkomitmen memperkuat edukasi pencegahan narkoba, peran keluarga, serta membangun lingkungan sekolah yang sadar, waspada, dan tangguh terhadap ancaman narkoba. (NF)