UMS Luncurkan Program Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Nalar Media - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi membuka Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer. Pembukaan program ini menjadi bagian dari komitmen UMS dalam memperkuat pengembangan akademik sekaligus menjawab kebutuhan dokter spesialis layanan primer di tingkat nasional.
Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. menyampaikan pembukaan program spesialis itu merupakan wujud nyata inovasi dan pengembangan kelembagaan yang terus dilakukan UMS sebagai perguruan tinggi Islam kelas dunia. Kehadiran PPDS UMS akan memperkuat aspek kesehatan di Indonesia.
“UMS sebagai perguruan tinggi Islam berkelas dunia selalu melakukan inovasi tiada henti. Salah satu bentuknya adalah pengembangan akademik dan kelembagaan secara vertikal, mulai dari jenjang sarjana, profesi, magister, hingga spesialis,” ungkapnya saat diwawancarai pada Jumat (20/2/2026).
Ia menambahkan saat ini UMS telah memiliki jenjang pendidikan lengkap di Fakultas Kedokteran, mulai dari sarjana, profesi dokter, magister, hingga spesialis. Selain itu, tim satuan kerja UMS juga tengah mempersiapkan sejumlah program spesialis strategis lainnya sebagai upaya menghadirkan kampus yang sehat, adaptif, progresif, dan moderatif.
Sementara itu, Dekan FK UMS Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., Dipl. STD-HIV/AIDS., FINSDV., FAADV. menjelaskan percepatan pendirian PPDS ini merupakan inisiatif pemerintah dalam mengatasi kekurangan dokter spesialis di Indonesia.
Pemerintah, kata Flora, kemudian membentuk Satuan Tugas Akselerasi Pendirian PPDS untuk mempercepat pembukaan program spesialis di berbagai fakultas kedokteran di Indonesia.
“Tim satgas memetakan sebanyak 144 fakultas kedokteran di seluruh Indonesia dan menawarkan tiga skema pendirian PPDS, yaitu skema mandiri, skema cangkokan melalui pembinaan fakultas kedokteran lain, dan skema mandat langsung dari kementerian,” kata Flora.
Flora menyebut banyak institusi mengundurkan diri lantaran waktu persiapan yang singkat. Namun, FK UMS tetap melanjutkan proses hingga akhirnya dinyatakan lolos setelah melalui evaluasi lapangan oleh tim ahli dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran pertengahan Januari lalu.
Program Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer atau Sp.KKLP memiliki peran strategis dalam sistem kesehatan nasional, khususnya penguatan layanan kesehatan tingkat pertama. Dokter spesialis layanan primer diharapkan mampu menangani berbagai permasalahan kesehatan secara komprehensif di fasilitas kesehatan primer, sehingga mengurangi kebutuhan rujukan ke rumah sakit tingkat lanjut.
“Program ini juga berperan dalam mendukung pemerataan distribusi dokter spesialis, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar, guna memastikan akses layanan kesehatan yang lebih merata bagi masyarakat,” jelas Flora.
Flora menegaskan program Sp.KKLP FK UMS memiliki keunggulan melalui integrasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam seluruh proses pembelajaran. Keunggulan tersebut menjadi pembeda sekaligus memperkuat identitas FK UMS dalam mencetak dokter spesialis yang kompeten secara klinis, berintegritas, dan memiliki nilai kemanusiaan yang kuat.




