Ukraina Serang Fasilitas Produksi Rudal Rusia dengan Rudal Flamingo
AIRSPACE REVIEW – Ukraina mengklaim berhasil menyerang fasilitas produksi rudal balistik Rusia, termasuk rudal Iskander dan Oreshnik. Serangan dilakukan pada malam hari tanggal 20 Februari dengan menggunakan rudal jelajah FP-5 Flamingo dari jarak 1.300 km.
Intelijen Sumber Terbuka (OSINT) Ukraina “CyberBoroshno” pada 21 Februari menulis bahwa analis telah melacak lokasi video dari tempat kejadian dan menyimpulkan bahwa bengkel produksi di Pabrik Votkinsk terkena serangan Ukraina.
Rekaman yang dipublikasikan oleh penduduk setempat menunjukkan kebakaran besar di wilayah pabrik dan jendela yang pecah di bangunan tempat tinggal di dekatnya, menunjukkan kekuatan ledakan tersebut, seperti diberitakan United24.
Saluran Telegram Rusia Astra melaporkan bahwa bengkel No. 22 dan No. 36 mengalami kerusakan.
Astra juga mempublikasikan foto-foto dari lokasi tersebut. Otoritas regional di Udmurtia mengonfirmasi bahwa serangan terjadi pada malam hari.
Kepala republik menyatakan ada kerusakan dan korban jiwa di salah satu fasilitas di wilayah tersebut. Media Rusia kemudian melaporkan bahwa 11 orang terluka.
Secara terpisah, otoritas Rusia dilaporkan memberlakukan pembatasan sementara penerbangan di Bandara Izhevsk, dengan alasan ancaman UAV, menurut laporan media Rusia.
Pabrik Votkinsk adalah salah satu fasilitas utama Rusia untuk produksi rudal balistik berbahan bakar padat.
Perusahaan tersebut memproduksi rudal balistik antarbenua RS-24 Yars dan masih memproduksi rudal Topol. Pabrik ini juga memproduksi rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam, yaitu RSM-56 Bulava.
Selain sistem strategis, pabrik ini memproduksi rudal balistik 9M723 untuk sistem rudal operasional-taktis Iskander-M dan rudal balistik jarak menengah Oreshnik.
Terletak sekitar 1.300 kilometer dari perbatasan Ukraina, Pabrik Votkinsk dianggap sebagai salah satu pusat manufaktur rudal utama Rusia.
Rudal Flamingo muncul sebagai “bintang baru” dalam inventori rudal Ukraina karena kemampuannya yang luar biasa.
Rudal ini diklaim mampu terbang hingga 3.000 km, yang berarti dapat menjangkau hampir seluruh wilayah industri militer Rusia.
Flamingo membawa muatan seberat 1,1 ton bahan peledak. Dinamai Flamingo karena karena prototipe awalnya berwarna merah muda (pink) akibat kesalahan teknis di pabrik, namun nama itu justru dipatenkan sebagai identitas resminya.




