Uji Kompetensi Wartawan Rakyat Merdeka: Meningkatkan Kualitas Jurnalisme di Era Digital
Sumber Foto: RM.ID
Uji Nalar

Uji Kompetensi Wartawan Rakyat Merdeka: Meningkatkan Kualitas Jurnalisme di Era Digital

Sebanyak 18 awak redaksi Rakyat Merdeka Grup mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Tahap II yang berlangsung pada Jumat, 28 November 2025. Kegiatan ini mengusung tema "Jurnalisme Bermakna Melampaui Algoritma" dan dilaksanakan di Kantor Harian Rakyat Merdeka, Gedung Graha Pena Lantai 8, Jakarta Selatan.

Direktur Utama Rakyat Merdeka Grup, Kiki Iswara Darmayana, membuka acara tersebut dengan menekankan pentingnya UKW dalam meningkatkan kualitas dan ketajaman jurnalis. "UKW ini menjadi hal yang baik bagi kita untuk menjadi wartawan berkualitas," ujar Kiki dalam sambutannya.

Ia menjelaskan bahwa tema yang dipilih bertujuan agar para jurnalis mampu menghadapi arus informasi digital yang sering kali tidak akurat. "Kita 100 persen anti hoaks. Kita harus menjadi berita untuk media sosial, bukan sebaliknya," tegasnya.

Pada UKW kali ini, terdapat 18 jurnalis yang berpartisipasi, dengan 6 peserta di jenjang utama dan 12 peserta di jenjang muda. Ujian ini dipandu oleh tiga penguji senior: Marah Sakti Siregar, Suprapto Sastro Atmojo, dan Firdaus Baderi.

Marah Sakti Siregar mengungkapkan rasa terhormatnya dapat kembali dipercaya untuk menguji di lingkungan Rakyat Merdeka. Ia memuji tema UKW yang dianggap sangat relevan dan mampu memotivasi jurnalis untuk mengedepankan profesionalisme.

"Baru kali ini, ada tema yang oke ini. Ini kayaknya dipikirkan sasarannya apa. Sangat bermakna. Profesional, kebenaran, integritas ada pada tema itu," ucap Marah.

Setelah pembukaan, sesi Uji Kompetensi Wartawan dimulai. Pengujian untuk kelas jenjang Utama dipandu oleh Marah Sakti Siregar, sedangkan kelas jenjang muda I dan II diuji oleh Suprapto Sastro Atmojo dan Firdaus Baderi. UKW kali ini juga melibatkan dua penguji magang dari Rakyat Merdeka, yaitu Ratna Susilowati dan Riffmi.

Suasana ujian berlangsung santai namun serius, dengan ketegangan peserta mencair berkat pengalaman panjang para penguji. UKW juga menghadirkan dua narasumber untuk sesi simulasi konferensi pers dan wawancara cegat, yakni Muhammad Nalar Al Khair dan Agung Baskoro.

Dalam materinya, Agung membahas dinamika politik satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, menyoroti berbagai poros politik dan strategi politik yang diterapkan. "Prabowo menggunakan politik rangkul agar konsolidasi politik terjaga sehingga pembangunan tidak terganggu," jelas Agung.

Sementara itu, Nalar membahas pertumbuhan ekonomi dan investasi, menekankan bahwa keberhasilan pemerintah dalam menarik investasi sangat tergantung pada kinerja ekonomi. Ia menyampaikan target investasi sebesar Rp 13 ribu triliun selama lima tahun yang diyakini dapat tercapai jika pemerintah melakukan perbaikan.

"Yang membuat investor nyaman kan kepastian data, informasi, dan hukum," ungkap Nalar, menyoroti pentingnya menciptakan iklim investasi yang kondusif di Indonesia.