Trump Serukan Perjanjian Nuklir Baru Setelah Berakhirnya New START
Sumber Foto: detikNews
Internasional

Trump Serukan Perjanjian Nuklir Baru Setelah Berakhirnya New START

Home

Berita

Jabodetabek

Internasional

Hukum

detikX

Kolom

Blak blakan

Pro Kontra

Infografis

Foto

Video

Indeks

detikNews Internasional

Trump Desak Perjanjian Nuklir Baru dengan Rusia, Versi Lama Disebut Buruk

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews

Jumat, 06 Feb 2026 05:41 WIB

Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan perjanjian nuklir baru setelah perjanjian terakhir dengan Rusia berakhir. Berakhirnya perjanjian nuklir dengan Rusia memicu kekhawatiran akan perlombaan senjata global baru.

Dilansir AFP, Jumat (6/2/2026), pemerintahan Trump telah berulang kali mendesak perjanjian baru untuk memasukkan China, yang persenjataannya terus bertambah tetapi masih jauh lebih kecil daripada Rusia dan Amerika Serikat, tetapi Beijing secara terbuka menolak tekanan tersebut.

Trump sebagian besar bungkam mengenai seruan Rusia untuk memperpanjang New START, perjanjian tahun 2010 yang memberlakukan pembatasan terakhir pada dua kekuatan nuklir terbesar setelah puluhan tahun perjanjian yang berasal dari Perang Dingin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Imbangi Pengaruh AS-China, Vietnam Perkuat Poros Eropa

Namun beberapa jam setelah berakhir, Trump mengatakan bahwa perjanjian tersebut, yang ditandatangani oleh pendahulunya Barack Obama dan diperpanjang oleh Joe Biden, "dinegosiasikan dengan buruk" dan "sedang dilanggar secara terang-terangan."

ADVERTISEMENT

"Kita harus meminta para ahli nuklir kita untuk mengerjakan perjanjian baru yang lebih baik dan modern yang dapat bertahan lama di masa depan," tulisnya di platform Truth Social miliknya.

Ketika ditanya apakah Washington dan Moskow telah sepakat untuk tetap berpegang pada ketentuan perjanjian START yang telah berakhir sementara negosiasi untuk kesepakatan baru sedang berlangsung, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan: "Sepengetahuan saya, tidak."

Rusia menolak inspeksi berdasarkan New START karena hubungan memburuk dengan pemerintahan Biden.

Pada Rabu (4/2), Rusia menyatakan bahwa mereka tidak lagi menganggap diri mereka terikat pada jumlah hulu ledak nuklir karena berakhirnya New START.

Terlepas dari kebuntuan pada New START, Trump dengan antusias memulai kembali diplomasi dengan Rusia dan mengundang Presiden Vladimir Putin ke Alaska Agustus lalu.

Amerika Serikat mengumumkan pada Kamis (6/2) bahwa mereka melanjutkan dialog militer dengan Rusia setelah pembicaraan tiga pihak di Abu Dhabi tentang perang Ukraina.

Baca juga: Perjanjian Nuklir dengan AS Berakhir, Rusia Janjikan Hal Ini

Halaman 2 dari 2

(rfs/rfs)

perjanjian nuklir new start rusia senjata nuklir keamanan global donald trump

Berita Terkait

Berita detikcom Lainnya

detikInet

TKDN Produk AS Dihapus! Pixel Bisa Masuk RI, iPhone Rilis Lebih Cepat

detikFinance

Impor 105.000 Mobil Pickup Dinilai Bertentangan dengan Komitmen Prabowo

detikFood

Auto Betah! 7 Restoran Saung dengan Menu Variatif buat Buka Bersama

detikHealth

Penjelasan Medis Selalu Mengantuk Usai Buka Puasa, Bisa Bikin Tarawih Nggak Khusyuk

detikTravel

Menjijikkan! Kondom, Tampon Sampai Celana Dalam 'Hiasi' Jembatan Brooklyn

detikHot

Mieke Amalia Ngaku Gak Bisa Hidup Tanpa Tora Sudiro

Sepakbola

Andre Onana Balik ke MU?

part of

Connect With Us

Copyright @ 2026 detikcom.

All right reserved

Kategori

detikNews

detikEdukasi

detikFinance

detikInet

detikHot

detikSport

Sepakbola

detikOto

detikProperti

detikTravel

detikFood

detikHealth

Wolipop

detikX

20Detik

detikFoto

detikHikmah

detikPop

Layanan

berbuatbaik.id

Pasang Mata

Adsmart

detikEvent

Signature Awards

Trans Snow World

Trans Studio

Bingkai.id

Ziswafctarsa.id

Flying Over Indonesia

For Your Business

rekomendit

Community Connect

Informasi

Redaksi

Pedoman Media Siber

Karir

Kotak Pos

Media Partner

Info Iklan

Privacy Policy

Disclaimer

Jaringan Media

CNN Indonesia

CNBC Indonesia

Haibunda

Insertlive

Beautynesia

Female Daily

CXO Media