Sikap Orangtua yang Tanpa Disadari Memicu Kecemasan Anak
Sumber Foto: Kompas.com
Lifestyle

Sikap Orangtua yang Tanpa Disadari Memicu Kecemasan Anak

Nalar Media - KOMPAS.com - Niat baik orangtua untuk membantu anak terkadang tanpa disadari dapat memicu kecemasan atau anxiety pada anak.

Psikolog anak Dr. Amy Kincaid Todey, Ph.D. mengatakan, orangtua biasanya melakukan berbagai hal demi memastikan anak tumbuh bahagia dan sukses.

“Kamu mencurahkan cinta, sumber daya, dan energi untuk membentuk hidup mereka agar mereka bisa tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat dan mampu menyesuaikan diri,” jelas Todey, disadur dari Parade, Jumat (13/3/2026).

Meski demikian, tidak semua bentuk perhatian atau bantuan selalu berdampak positif bagi perkembangan emosional anak. Berikut beberapa sikap orangtua yang tanpa disadari dapat memicu kecemasan pada anak.

7 Sikap orangtua yang membuat anak mudah cemas

1. Melakukan sesuatu yang bisa dilakukan anak sendiri

Sebagian orangtua terbiasa membantu anak menyelesaikan berbagai hal, mulai dari merapikan barang hingga menyelesaikan tugas sederhana. Padahal, jika dilakukan terlalu sering, hal ini bisa membuat anak kurang percaya diri.

Menurut Todey, membantu anak secara berlebihan justru dapat menghambat perkembangan rasa kompetensi mereka.

“Menyelesaikan tugas yang sebenarnya mampu dilakukan anak dapat secara tidak sengaja merusak rasa kompetensi mereka,” ujarnya.

Ketika anak tidak diberi kesempatan mencoba dan menghadapi tantangan sendiri, mereka kehilangan peluang untuk belajar serta merasakan keberhasilan dari usaha mereka sendiri.

Dalam jangka panjang, anak bisa merasa tidak mampu menghadapi masalah tanpa bantuan orang lain.

FREEPIK Ilustrasi anak bermain.

2. Terlalu cepat menyelamatkan anak dari masalah

Melihat anak kesulitan atau hampir melakukan kesalahan sering membuat orangtua ingin segera turun tangan. Namun, terlalu cepat menyelamatkan anak dari masalah juga dapat berdampak negatif.

Psikolog Dr. Dale Atkins, Ph.D. menjelaskan, kebiasaan ini dapat membuat anak merasa situasi sulit adalah sesuatu yang tidak mampu mereka hadapi.

“Menyelesaikan masalah dengan cepat, menjawab untuk anak, atau menghilangkan tantangan adalah upaya untuk mengurangi ketidaknyamanan. Namun hal ini dapat memberi sinyal bahwa situasi tersebut terlalu berat untuk ditangani anak,” kata Atkins.

Akibatnya, anak dapat tumbuh dengan keyakinan bahwa kecemasan harus selalu dihindari, bukan dihadapi.

3. Terlalu menekankan emosi

Kesadaran akan kesehatan mental membuat banyak orangtua lebih terbuka dalam membahas emosi anak.

Hal ini tentu penting, tetapi jika dilakukan tanpa mengajarkan keterampilan mengelola emosi, justru bisa memperburuk kecemasan.