Ruang Refleksi Keluarga Harmonis di Ramadan Bersama Teman Bumil & Parenting
Nalar Media - jpnn.com, JAKARTA - Mengusung semangat kebersamaan di bulan suci, Teman Bumil & Parenting menghadirkan ruang refleksi melalui buka puasa bersama bertajuk “Ramadan Pertama KITA: Keluarga Islami Penuh Cinta”.
Acara yang dihadiri oleh 110 peserta, yang terdiri dari 50 pasangan komunitas dan 5 pasangan Key Opinion Leader (KOL) menjadi upaya menjaga keharmonisan di tengah kesibukan mengasuh anak.
Terdapat dua pakar dari sudut pandang berbeda yang dihadirkan dalam kegiatan itu. Mereka adalah penceramah Ustad Encep Sehabudin, M.Pd dan psikolog Ayoe Sutomo, M.Psi.
pernikahan adalah ibadah panjang yang harus dilandasi niat karena Allah.
Dia menekankan bahwa ketika pernikahan dilandasi niat karena Allah, pasangan suami istri akan lebih mampu menghadapi berbagai dinamika kehidupan rumah tangga.
“Ketika menikah karena Allah, pasangan tidak hanya fokus pada kebahagiaan sesaat, tetapi juga pada bagaimana saling mendukung untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, konflik dalam rumah tangga adalah hal yang wajar, tetapi niat yang lurus dan komitmen untuk saling menjaga dapat menjadi kunci untuk tetap mempertahankan keharmonisan.
Dia juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang baik, saling menghargai, serta memperkuat ibadah bersama sebagai fondasi hubungan yang kokoh.
“Pernikahan menjadi perjalanan bersama menuju kebaikan. Konflik adalah dinamika wajar, namun komitmen spiritual menjadi pengikat yang kokoh,” ujarnya.
Melengkapi sisi spiritual, psikolog Ayoe Sutomo, M.Psi, menyoroti pentingnya empati dan komunikasi sehat. Menurutnya, banyak pasangan terjebak rutinitas mengurus anak hingga melupakan kualitas hubungan berdua.
“ Keharmonisan keluarga sangat dipengaruhi oleh kualitas hubungan pasangan. Saat suami dan istri merasa dihargai dan didukung, suasana rumah akan menjadi lingkungan tumbuh kembang yang hangat bagi anak-anak,” ungkap Ayoe.
Dia menyarankan pasangan untuk tetap meluangkan waktu berbicara dari hati ke hati dan memberikan apresiasi kecil setiap hari.
"Ketika suami dan istri saling merasa dihargai, didengar, dan didukung, maka suasana rumah juga akan terasa lebih hangat bagi anak-anak,” jelasnya.
Kemeriahan acara makin terasa saat sesi Ngabubucin (Ngabuburit Sambil Bucin). Dalam sesi ini, para suami dan istri saling mengungkapkan pesan cinta dan momen tak terlupakan, menciptakan suasana haru sekaligus romantis sebagai bentuk refleksi perjalanan pernikahan mereka.
Product Manager Teman Bumil dan Parenting, Intan Anindyana Hapsari, berharap kegiatan ini memberikan dampak jangka panjang bagi para ibu dan pasangan.
Apalagi, membangun keluarga harmonis membutuhkan keseimbangan antara nilai spiritual dan kesehatan emosional.




