Prabowo Ciptakan Diplomasi Bebas Aktif di Kancah Global Selama Setahun Asta Cita
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dinilai berhasil memainkan peran signifikan dalam kancah global. Bahkan Prabowo mampu membuat nyata prinsip politik bebas aktif Indonesia.
Hal itu terungkap dalam acara Deep Talk Indonesia memperingati satu tahun Asta Cita Presiden Prabowo bidang diplomasi dan pertahanan yang digelar oleh Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Uama (PP ISNU) bersama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Lembaga Kajian Strategis PB IKA PMII.
Diskusi bertajuk “Asta Cita Presiden Prabowo: Sketsa Diplomasi & Pertahanan Nasional Dalam Menghadapi Tatanan Dunia Baru” digelar di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menghadirkan penulis dan sejumlah pakar di bidangnya.
Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Muhammad Maksum mengungkap hukum erat kaitannya dengan diplomasi dan politik. Sejumlah kebijakan nasional adalah realisasi dari komitmen global yang dihasilkan berkat diplomasi.
“Hukum tidak bisa dipisahkan dari politik, yang di dalamnya ada diplomasi. Hukum adalah produk politik. Dalam buku yang ditulis oleh Dr. Ngasiman Djoyonegoro ini banyak pelajaran yang dapat diambil,” katanya, Kamis (30/10/2025).
Penulis buku, Ngasiman Djoyonegoro menyampaikan setiap negara harus selalu mengukur kekuatannya dengan instrument of power, yaitu Diplomasi, Informasi, Militer, dan Ekonomi (DIME). “Kerangka inilah yang dapat kita gunakan untuk menganalisis buku ini,” kata pria yang akrab disapa Simon.
Buku yang merupakan bungai rampai ini memotret secara teliti dan mendalam fenomena yang berkembang. “Kami berharap buku ini dapat dijadikan acuan oleh pembuat kebijakan,” ujarnya.




