PKB dan NasDem: Apakah Sinergi Ini Menguntungkan?
Sumber Foto: Smart Newsroom
Kata Media

PKB dan NasDem: Apakah Sinergi Ini Menguntungkan?

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melontarkan wacana ber­gabung dengan koalisi Indonesia Perubahan Indonesia yang diga­gas Partai NasDem, PKS, dan Partai Demokrat. Wacana ini pun mendapatkan apresiasi positif. Kalau PKB bergabung, pilihan calon wakil presiden (Cawapres) bagi Anies Baswedan lebih beragam.

Peneliti Senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA Ikrama Masloman mewanti-wanti PKB, agar jangan sampai salah langkah bergabung koalisi. “Jangan karena tak kunjung jelas dengan Gerindra, lan­tas menggertak dan melempar sinyal akan bergabung dengan NasDem Cs. Menurut saya, lebih banyak mudharatnya,” kata Ikrama kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Milenial Apresiasi Peran Penting Moeldoko Jaga Toleransi

Sebab, belum tentu juga Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dipilih sebagai Cawapres jika bergabung dengan Koalisi Perubahan Indonesia (KPI). Sebab, jika pun Anies akan memilih tokoh Nahdatul Ulama (NU), sepertinya tidak akan memilih Cak Imin. “Anies akan lebih ambil Khofifah Indar Parawansa atau tokoh lain, yang lebih mengakar,” tuturnya.

Mudharat lainnya, secara pragmatisme elektoral, PKB suaranya bakal rontok jika ber­gabung dengan NasDem Cs. Sebab, basis pemilih PKB amat berbeda dengan basis pemilih Anies.

Baca juga : Soal Surplus Beras, Mendag & Mentan Beda Data

“Jauh sekali perbedaan pemilih­nya. Pemilih PKB basisnya Islam moderat tradisional. Pemilih Anies Islam kanan. Nggak ke­temu. PKB bisa ditinggalin pemi­lihnya kalau Capresnya Anies,” sarannya. ■ FAQ

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.