Peran Keluarga Sakinah dalam Penanganan Stunting di Jember
Jember, Suara ‘Aisyiyah – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Jember kedatangan tamu istimewa, yaitu Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah yang mengadakan serangkaian kegiatan penanganan stunting pada Sabtu-Ahad (31-1/1-2/26) di Universitas Muhammadiyah Jember.
Acara yang bertema “Refreshing Kader dan Penggalangan Komitmen” ini dihadiri oleh PP ‘Aisyiyah, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur, dinas terkait, dan para kader yang berasal dari lima kecamatan di Jember, yaitu Kalisat, Sumber Jambe, Kaliwates, Mangli, dan Rambipuji.
Hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, perwakilan dari Klinik Suherman, Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember, PKK Jember, dan perwakilan Camat Rambipuji, Kalisat, Sumber Jambe, dan Kaliwates.
Dalam sambutannya, Ketua PDA Jember, Fitrotul Mufaridah mengatakan bahwa angka stunting di Jember sampai sekarang masih tinggi. Karenanya, perlu penguatan sinergi dan kolaborasi dari banyak unsur masyarakat.
“‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan yang sangat dekat dengan dunia anak, maka perlu terus menguatkan langkahnya dalam bentuk kegiatan nyata untuk menurunkan angka stunting di Jember. Adapun salah satu langkah dengan menguatkan pemberdayaan perempuan melalui refreshing dan penguatan komitmen kader kesehatan ‘Aisyiyah dalam mengedukasi masyarakat tentang pola makan sehat dan pola hidup sehat,” imbuhnya.
Fitroh berharap kegiatan ini bisa meningkatkan peran ‘Aisyiyah dalam mewujudkan penurunan angka stunting di Jember.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Jember, Muhammad Zamroni dalam sambutannya mengatakan bahwa Angka Kematian Ibu (AKA), Angka Kematian Bayi (AKB), serta permasalahan stunting masih menjadi tantangan utama pembangunan kesehatan di Jember.
Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak secara komprehensif merupakan langkah strategis yang harus dilakukan untuk menurunkan AKI dan AKB sekaligus mencegah stunting sejak periode awal kehidupan.
“Keluarga sakinah berperan krusial dalam pencegahan stunting melalui penciptaan lingkungan harmonis yang mendukung pemenuhan gizi seimbang, asi eksklusif, dan pola asuh tepat. Sinergi orang tua dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK) anak, didukung pola makan sehat dan pemeriksaan kesehatan rutin, menjadi kunci utama mencegah gangguan pertumbuhan,” ujar Zamroni.
Oleh karena itu, menurutnya, peran keluarga sakinah dalam pencegahan stunting sangat penting. Adapun perannya meliputi: perencanaan sejak pra-nikah. calon pengantin (catin) mengikuti bimbingan perkawinan dan menggunakan aplikasi elsimil untuk skrining kesehatan dan pendampingan.
Di samping itu, pemberian gizi 1000 HPK penting untuk memastikan ibu hamil mendapat asupan gizi cukup, konsumsi tablet tambah darah, dan memberikan asi eksklusif serta mpasi kaya protein hewani.
“Upaya tersebut juga menjadi bagian penting dalam pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan, sejalan dengan kebijakan nasional dan daerah di bidang kesehatan ibu dan anak,” lanjut Zamroni.
Gerakan ini adalah sebagai bagian dari penggalangan komitmen dalam memperkuat kader kesehatan dalam upaya percepatan pencegahan penurunan stunting berbasis keluarga dan komunitas, menurunkan prevalensi angka kematian ibu, angka kematian balita dan stunting dengan signifikan, dan melayani masyarakat dengan lebih cepat, efisien dan praktis sehingga mewujudkan masyarakat Jember yang sehat, sejahtera, adil, dan makmur.
Dalam acara ini juga ditandatangani pernyataan komitmen bersama pencegahan stunting berbasis keluarga di Jember yang dilakukan oleh perwakilan PP ‘Aisyiyah, PWA, PDA, Adira Syariah, Direktur RSU UnMuh, MPKU PDM, 5 kepala puskesmas, 4 kecamatan, PKK dan GOW. (Humaiyah)-sa




