Pengalaman Pertama Pasien Neuralink dengan Implan Otak: Sebuah Perjalanan Inovatif
Sumber Foto: merdeka.com
Uji Nalar

Pengalaman Pertama Pasien Neuralink dengan Implan Otak: Sebuah Perjalanan Inovatif

Noland Arbaugh, pasien pertama yang menerima implan Neuralink, berbagi pengalaman tujuh bulan setelah menjalani prosedur implan otak. Dalam unggahannya di platform X, Arbaugh yang menamai implan tersebut "Eve," menjelaskan berbagai proyek inovatif yang sedang dikerjakannya.

Sebelum mengalami kecelakaan yang membuatnya lumpuh pada tahun 2016, Arbaugh merupakan seorang mahasiswa dan atlet di Texas. Neuralink, perusahaan yang berfokus pada pengembangan teknologi implan otak, mendapatkan izin dari otoritas AS tahun lalu untuk memulai uji coba pada manusia.

Proses Implantasi dan Penggunaan Teknologi

Implan yang digunakan, yang dikenal dengan nama "Link," memiliki ukuran seukuran lima koin yang ditumpuk dan ditanamkan ke dalam otak melalui prosedur bedah. Sejak saat itu, Arbaugh menghabiskan sekitar empat jam setiap hari di fasilitas Neuralink, melakukan berbagai tugas dengan implan tersebut.

Aktivitas yang dilakukan melibatkan pelatihan untuk menggunakan gerakan tubuh tertentu guna mengendalikan fungsi komputer, seperti mengklik dan mengetik. Arbaugh juga bekerja pada simulasi menulis tangan dengan membayangkan memegang pensil untuk menghasilkan ketukan pada layar, dengan tujuan meningkatkan antarmuka pengguna dan kinerja teknologi yang ada.

Tujuan Pendidikan dan Kreatif

Di luar kegiatan di fasilitas Neuralink, Arbaugh memanfaatkan implan untuk mencapai tujuan pendidikan dan kreatif. Ia menghabiskan sekitar tiga jam sehari untuk mempelajari bahasa Prancis dan Jepang, serta mengulang kembali konsep dasar matematika melalui Peterson Academy sebagai persiapan untuk kemungkinan kembali ke sekolah.

Dalam upayanya untuk meningkatkan keterampilan menulis, Arbaugh membaca karya-karya penulis terkenal seperti Brandon Sanderson, Stieg Larsson, J.R.R. Tolkien, dan Victor Hugo. Ia juga aktif menulis kreatif dengan harapan menerbitkan karyanya di masa depan. Selain itu, ia menggunakan implan untuk kegiatan devotional dan studi Alkitab.

Rencana Masa Depan

Arbaugh berencana untuk kembali ke sekolah dengan fokus pada bidang ilmu saraf, memanfaatkan perspektif unik yang dimilikinya. Ia juga memiliki impian untuk menemukan pekerjaan, memulai yayasan amal, dan membangun rumah untuk orang tuanya.

Neuralink sendiri memiliki ambisi untuk meningkatkan kemampuan manusia dan membantu penderita kondisi neurologis seperti ALS dan Parkinson. Tujuan mereka adalah menciptakan hubungan yang kuat antara manusia dan kecerdasan buatan, yang memungkinkan pengguna untuk mengendalikan perangkat seperti ponsel dan komputer hanya dengan pikiran.