Pemantauan Harga Bahan Pokok Jelang Idulfitri di Merauke
Sumber Foto: Media Hub | POLRI
Ekonomi

Pemantauan Harga Bahan Pokok Jelang Idulfitri di Merauke

Nalar Media - Merauke – Tim Saber Polda Papua bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta Satgas Pangan Nasional melaksanakan pemantauan harga dan stok bahan pokok di sejumlah pasar dan distributor di Kabupaten Merauke, Rabu (25/2).Direskrimsus Polda Papua, Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, menyampaikan bahwa pihaknya melakukan pengecekan terhadap 14 komoditas bahan pokok yang menjadi fokus perhatian pemerintah menjelang Hari Raya Idulfitri.“ Ini tadi kita mengecek khususnya 14 komoditas bahan pokok. Sejauh ini, khusus yang menjadi intervensi pemerintah di barang-barang subsidi, MinyakKita masih sesuai HET Rp15.700. Yang agak fluktuatif itu cabai,” ujarnya.Ia menjelaskan, harga cabai merah kecil (rawit) saat ini berada di kisaran Rp100 ribu per kilogram. Kenaikan harga dipicu oleh berkurangnya pasokan hasil panen dari petani.“ Cabai ini memang tadi di kisaran Rp100 ribuan cabai merah kecil rawit. Ini nanti akan coba kita mitigasi di tingkat petani, tapi infonya memang ketersediaan pasokan panenan agak berkurang sehingga harga cenderung naik,” jelasnya.Untuk komoditas lain seperti beras, daging, dan ayam, harga masih relatif stabil. Tim juga meninjau salah satu distributor besar di Merauke guna memastikan kelancaran distribusi.“ Kalau beras itu masih tergolong stabil, kemudian beberapa kebutuhan pokok lainnya, daging, ayam. Maka ini kita lanjut ke salah satu distributor besar yang ada di Merauke untuk melihat rantai distribusi, sejauh mana nanti baru kita akan rapatkan kembali,” katanya.Dalam kesempatan tersebut, petugas turut memberikan teguran kepada seorang pedagang yang menjual MinyakKita tidak sesuai dengan mekanisme distribusi. Pedagang itu membeli minyak subsidi dari mitra Bulog dalam jumlah kecil dan menjualnya kembali.“ Ini kita sudah beri teguran, termasuk kita bantu yang bersangkutan untuk mengurus NIB dan mungkin sehari dua hari tadi sudah bisa dijadikan mitra Bulog, jadi dia nanti akan mendistribusikan Minyak Kita dari Bulog,” tegasnya.Rama menambahkan, pemantauan harga dilakukan setiap hari oleh petugas, sedangkan inspeksi mendadak (sidak) digelar secara tentatif.“Ketersediaan aman, tadi kita sudah tanya-tanya. Mudah-mudahan yang kita jaga mendekati Lebaran tidak terjadi kenaikan. Tapi kita sudah persiapan, nanti akan ada rakor kegiatan yang sifatnya intervensi seperti gerakan pasar murah dan operasi pasar,” ujarnya.Ia menegaskan, apabila ditemukan kenaikan harga yang signifikan, pemerintah akan segera melakukan intervensi melalui operasi pasar demi menjaga stabilitas.Sementara itu, Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional, Rachmi Widiriani, mengatakan pihaknya telah meninjau langsung kondisi di tingkat produsen telur dan cabai.“ Kemarin sudah ke produsen telur kemudian cabai. Kondisi di hulu atau di produsen itu aman, cuma memang saat masuk ke pasar mungkin ada beberapa perubahan,” terangnya.Menurutnya, perbedaan harga bisa terjadi di tingkat perantara distribusi. Namun demikian, pasokan dari produsen dipastikan masih mencukupi.“ Kita harapkan di hulunya aman, dan kita sudah ingatkan untuk terus memasok ke pasar supaya pedagang mendapat kepastian pasokan untuk menjaga stabilitas harga,” ujarnya.Ia menambahkan, proses penanaman cabai masih berlangsung. Cabai merah keriting sudah kembali ditanam dan cabai rawit masih tersedia. Sebelumnya, curah hujan tinggi sempat menghambat panen dan distribusi akibat kondisi jalan yang becek. “ Beberapa hari ini sudah mulai panas, sehingga memudahkan panen dan distribusi. Kita harapkan pasokan bisa terus masuk ke pasar dan harga kembali stabil,” pungkasnya.