Paus Leo XIV: Nama Baru sebagai Komitmen terhadap Keadilan Sosial
Delia, seorang pekerja di Keuskupan Callao, tempat Kardinal Robert Francis Prevost menjadi Administrator Apostolik (2020-2023), menunjukkan foto Paus Leo XIV itu di Callao, Peru, pada 8 Mei 2025. (Foto: AFP)
Tweet
T Larger | Smaller
Paus Leo XIV mengatakan belum lama ini bahwa ia ingin mengikuti jejak pendahulunya sebagai Paus, memuji “dedikasi Paus Fransiskus atas pelayanannya” dan menjelaskan bahwa pilihan nama mencerminkan komitmennya terhadap keadilan sosial, menurut Vatikan.
Berpidato di hadapan para kardinal dua hari setelah terpilih sebagai Paus ke-267, Kardinal Robert Francis Prevost kelahiran Chicago, AS, mengatakan bahwa seorang paus adalah “seorang hamba Tuhan yang rendah hati dan melayani saudara-saudarinya, dan tidak lebih dari itu”.
Menggambarkan dirinya sebagai “Penerus yang tidak layak” dari Santo Petrus dalam salah satu pidato pertamanya sebagai paus, Paus Leo XIV memuji dedikasi Paus Fransiskus “terkait kesederhanaan hati dan tenang”.
“Mari kita melestarikan warisan yang berharga ini dan meneruskan perjalanan, yang diilhami oleh harapan yang sama yang lahir dari iman,” katanya, menurut transkrip pidatonya, yang diterbitkan oleh Vatikan.
Paus pertama dari AS itu, yang memimpin 1,4 miliar umat Katolik di dunia, Paus itu juga mengatakan bahwa ia memilih untuk dipanggil Paus Leo XIV sebagai penghormatan kepada Paus Leo XIII, seorang Paus abad ke-19 yang membela hak-hak pekerja.
“Saya memilih nama Leo XIV” karena ia memiliki nama yang sama dengan nama Leo yang peduli terhadap “masalah sosial dalam konteks Revolusi Industri”.
Saat ini, ajaran sosial Gereja dibutuhkan “sebagai respons terhadap Revolusi Industri dan terhadap perkembangan di bidang kecerdasan buatan yang menjadi tantangan baru bagi pembelaan martabat manusia, keadilan, dan buruh,” tambahnya.
Dalam homili pertamanya sebagai Paus, Paus Leo XIV mendesak Gereja untuk memulihkan iman jutaan orang, dengan memperingatkan bahwa kurangnya iman sering kali berjalan seiring dengan “hilangnya makna hidup, pengabaian belas kasih, pelanggaran martabat manusia yang mengerikan, krisis keluarga, dan begitu banyak luka lain yang menimpa masyarakat kita.”
Paus itu, yang diangkat menjadi kardinal oleh Paus Fransiskus tahun 2023, bukanlah tokoh yang diakui secara global meskipun ia telah masuk dalam banyak daftar calon paus menurut para pengamat Vatikan menjelang konklaf.
Selama beberapa hari mendatang, tindakan dan perkataannya akan dilihat dengan cermat.
Pada Hari Minggu, ia akan kembali berpidato di hadapan umat beriman dari balkon Basilika Santo Petrus, menyampaikan Doa Ratu Surga (Regina Caeli).
Ia berencana untuk bertemu dengan para diplomat asing di Vatikan pekan depan dan pada 18 Mei ia akan memimpin Misa pelantikannya di Lapangan Santo Petrus, yang diperkirakan akan dihadiri oleh para pemimpin dunia dan ribuan umat.
Sumber: Pope Leo XIV says choice of name reflects social commitment




