Partai Berkarya Luncurkan Inisiatif Digitalisasi Politik untuk Masa Depan Indonesia
Sumber Foto: RRI.co.id
Nasional

Partai Berkarya Luncurkan Inisiatif Digitalisasi Politik untuk Masa Depan Indonesia

KBRN, Jakarta: Partai Berkarya menegaskan komitmennya mendorong modernisasi dan digitalisasi dalam sistem politik Indonesia. Langkah ini menjadi salah satu keputusan penting dalam Musyawarah Nasional (Munas) I Partai Berkarya di Jakarta.

Munas yang digelar di Hotel Golden Boutique Kemayoran pada 30 Oktober hingga 1 November 2025 dihadiri 38 DPW dan 416 DPD. Forum ini menjadi momentum konsolidasi organisasi menuju partai yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sekretaris Jenderal Partai Berkarya, Irmanjaya Thaher mengatakan, partai perlu bertransformasi mengikuti era digital. Menurutnya, digitalisasi akan memperkuat efektivitas komunikasi politik dan transparansi organisasi di semua tingkatan.

Inovasi digital, kata dia, menjadi kunci mempercepat kaderisasi dan pengambilan keputusan partai secara efisien. “Kami ingin membangun partai modern yang memanfaatkan teknologi untuk memperkuat hubungan antara kader dan masyarakat,” ujar Irmanjaya.

Dalam forum tersebut, Partai Berkarya juga meluncurkan simbol baru berupa Burung Elang Garuda Berkepala Emas. Logo baru ini menggantikan lambang lama dan melambangkan visi kemandirian, kekuatan, dan keberanian dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Elang adalah lambang kejayaan dan ketajaman visi masa depan. Ia menggambarkan semangat baru partai dalam berkarya untuk bangsa,” kata Irmanjaya.

Menurutnya, pergantian simbol menjadi momentum mempertegas arah politik partai yang modern dan berdaulat. Partai Berkarya juga menetapkan program kerja nasional 2025–2030.

Program ini berfokus pada digitalisasi manajemen dan pendidikan politik. Program ini mencakup penguatan sistem data keanggotaan, pelatihan daring, dan kampanye berbasis platform digital.

Selain digitalisasi, Munas I juga menekankan pentingnya kaderisasi politik yang inklusif dan berbasis literasi publik. Partai Berkarya mendorong generasi muda ikut aktif mengisi ruang politik melalui pelatihan kepemimpinan dan platform daring.

“Anak muda adalah masa depan politik Indonesia. Kami ingin mencetak pemimpin yang tanggap terhadap isu digital dan sosial,” ucap Ketua Umum Muchdi PR, dalam pidato penutupan Munas.

Ia mengatakan, partai akan menjadi ruang kolaborasi lintas generasi. Selain itu, partai menegaskan pentingnya etika politik dan transparansi dalam setiap proses organisasi.

Prinsip tersebut dianggap sebagai fondasi kepercayaan publik terhadap partai politik. Utamanya, di tengah arus informasi yang semakin cepat.

“Politik harus bersih, terbuka, dan beretika. Kami ingin menghadirkan wajah baru politik yang lebih jujur dan profesional,” ujar Muchdi PR.

Ia mengatakan, Munas I menjadi momentum kebangkitan partai menuju era politik digital yang berintegritas. Dengan semangat baru, Partai Berkarya berharap dapat menjadi pelopor partai politik modern di Indonesia.

Modernisasi dan digitalisasi dinilai sebagai langkah nyata mewujudkan politik yang efektif, inklusif, dan dekat dengan rakyat. "Semoga partai Berkarya dapat menjadi partai pelopor di Indonesia," ucapnya.