Mendongeng untuk Anak: Dimulai Sejak Usia Enam Bulan
Sumber Foto: Parapuan
Lifestyle

Mendongeng untuk Anak: Dimulai Sejak Usia Enam Bulan

Nalar Media - Parapuan.co - Banyak orangtua bertanya, kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk mulai mendongeng kepada anak. Aktivitas sederhana ini sering dianggap sekadar hiburan, padahal dongeng dapat membantu tumbuh kembang anak termasuk memperkaya kosakata anak sejak dini.

Selain itu, momen bercerita juga memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan anak. Kedekatan ini penting untuk membangun rasa aman serta kepercayaan diri anak dalam proses tumbuh kembangnya.

Psikolog klinis keluarga sekaligus founder AYOMI, Nisfie M. Hoesein, S.Psi., Psikolog menjelaskan bahwa kebiasaan mendongeng sebenarnya bisa dimulai sejak bayi. Bahkan, momen ini dapat menjadi pintu awal untuk membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak.

Menurut Nisfie, usia bayi sudah dapat diperkenalkan dengan cerita sederhana. "Enam bulan sampai sesukanya dia, ngga ada batasan," katanya saat diwawancarai di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2026).

Pada usia tersebut, anak memang belum memahami cerita secara utuh. Fokusnya lebih pada visual, suara, dan interaksi yang tercipta antara orang tua dan anak.

Nisfie menjelaskan, "Enam bulan udah bisa, tapi memang bukan dalam bentuk kata-kata, jadi gambar.” Buku bergambar, buku bayi dari kain, atau buku dengan tekstur bisa menjadi pilihan awal untuk memperkenalkan cerita pada bayi.

Kebiasaan melihat gambar sambil mendengar suara orang tua akan memberikan stimulasi yang berbeda bagi anak. Bukan hanya soal cerita, melainkan juga pengalaman emosional yang tercipta saat orang tua berinteraksi langsung dengan mereka.

Orang tua juga tidak perlu terburu-buru menuntut anak memahami cerita. Hal yang lebih penting adalah menghadirkan rutinitas membaca atau bercerita bersama secara konsisten.

Semakin sering anak berinteraksi dengan buku, semakin kuat pula kebiasaan tersebut terbentuk. Pengalaman ini dapat menjadi fondasi awal bagi anak untuk mengenal cerita, bahasa, dan imajinasi.