Keluarga YBR Terima Musibah Bunuh Diri dengan Ikhlas
KELUARGA almarhum YBR (10 tahun), anak yang bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya angkat bicara. Perwakilan keluarga, Domikus, menyatakan keluarga menerima peristiwa duka itu sebagai kehendak Tuhan dan meminta masyarakat menghormati situasi yang tengah mereka alami.
Keluarga menyampaikan pernyataan tersebut melalui unggahan Facebook Marselina Sengo. Dalam pernyataan itu, Domikus mewakili keluarga besar menyatakan bahwa mereka menerima kepergian YBR dengan penuh keikhlasan. “Kami keluarga menerima musibah yang menimpa anak cucu kami YBR karena sudah menjadi kehendak Tuhan,” ungkap Domikus dikutip pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Keluarga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan dan perhatian kepada keluarga yang berduka, khususnya kepada Mama Reti dan Oma Lelu sebagai keluarga inti YBR. “Kami tidak bisa membalas bantuan ini, tetapi kami mendoakan yang terbaik bagi semua pihak,” ujar Domikus.
Domikus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang telah datang melayat apabila dalam penyambutan mereka terdapat tutur kata yang kurang berkenan. “Jika ada tutur kata yang kurang baik, mohon dimaafkan,” ujar Domikus.
Dalam pernyataan tersebut, Domikus menegaskan tidak akan membuat laporan terkait peristiwa yang terjadi. Namun, mereka meminta masyarakat, khususnya pengguna media sosial, menghentikan penyebaran informasi yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. “Agar menghentikan pembuatan dan penyebaran berita yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan,” tujar Domikus.
Dia menyampaikan bahwa bantuan yang diterima akan dimanfaatkan untuk keperluan pemakaman dan pelaksanaan upacara adat. Di akhir pernyataan, keluarga menegaskan tidak akan bertanggung jawab atas pemberitaan di luar pernyataan resmi yang telah mereka sampaikan apabila di kemudian hari muncul persoalan hukum.
Siswa kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Jerebu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), YBR (10 tahun), tewas bunuh diri lantaran orang tuanya tak mampu membelikan buku tulis dan pulpen. Sebelum tragedi tersebut, YBR dan siswa lainnya berkali-kali ditagih uang oleh sekolah sebesar Rp 1,2 juta.
Catatan Redaksi
Jangan remehkan depresi. Untuk bantuan krisis kejiwaan atau tindak pencegahan bunuh diri, Dinas Kesehatan Jakarta menyediakan psikolog gratis bagi warga yang ingin berkonsultasi tentang kesehatan jiwa. Terdapat 23 lokasi konsultasi gratis di puskesmas Jakarta dan bisa diakses peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.




