Kekhawatiran Perguruan Tinggi Swasta atas Penurunan Calon Mahasiswa Baru
Sumber Foto: SINDOmakassar
Uji Nalar

Kekhawatiran Perguruan Tinggi Swasta atas Penurunan Calon Mahasiswa Baru

Dalam beberapa tahun terakhir, perguruan tinggi swasta (PTS) di Sulawesi Selatan menghadapi tantangan serius dengan penurunan jumlah calon mahasiswa baru (maba) yang signifikan. Beberapa program studi bahkan mencatat pendaftaran mahasiswa di bawah angka 10, menunjukkan adanya fenomena yang memprihatinkan.

Beberapa faktor telah diidentifikasi sebagai penyebab utama penurunan ini. Pertama, agresivitas perguruan tinggi negeri (PTN) dalam merekrut mahasiswa baru telah meningkat dengan signifikan. PTN kini menawarkan kuota penerimaan yang lebih besar, yang menyebabkan dosen di institusi tersebut mengeluhkan peningkatan jam mengajar akibat lonjakan pendaftaran mahasiswa.

Kedua, branding dan reputasi PTN menjadi daya tarik utama bagi calon mahasiswa. Fasilitas yang lebih baik dan sistem pembelajaran yang sudah terbukti berkualitas tinggi, serta jaminan mutu kelulusan yang lebih jelas menjadi pertimbangan bagi orang tua dan calon mahasiswa dalam memilih tempat studi.

Ketiga, kebijakan pemerintah yang memberikan keleluasaan kepada PTN untuk menerima mahasiswa melalui jalur mandiri, prestasi, dan bakat juga turut berkontribusi pada penurunan jumlah mahasiswa di PTS. Hal ini semakin memperlebar kesenjangan antara PTN dan PTS dalam hal penerimaan mahasiswa.

Terakhir, kondisi ekonomi masyarakat yang menurun juga menjadi faktor signifikan. Banyak orang tua calon mahasiswa lebih memilih PTN karena biaya pendidikan yang lebih terjangkau dibandingkan PTS, terutama terkait dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang harus dibayarkan.

Keempat faktor ini menciptakan situasi yang kompleks bagi PTS dan menimbulkan kegelisahan di kalangan pimpinan lembaga tersebut. Tanpa adanya tindakan strategis dari pemerintah, seperti kebijakan yang responsif terhadap penurunan jumlah mahasiswa baru di PTS, risiko yang dihadapi oleh PTS dapat menjadi sangat serius. Dalam jangka pendek, hal ini dapat mengakibatkan penurunan mutu pendidikan dan kehilangan kepercayaan masyarakat terhadap PTS, yang pada akhirnya dapat menyebabkan banyak PTS terpaksa tutup.