Kegiatan Ramadan Warga Binaan Rutan Bandung: Tadarus dan Takjil dari Keluarga
Sumber Foto: TIMES Indonesia
Sosial

Kegiatan Ramadan Warga Binaan Rutan Bandung: Tadarus dan Takjil dari Keluarga

BANDUNG – Suasana Ramadan 1447 Hijriah turut terasa di balik jeruji Rumah Tahanan Kelas I Bandung (Rutan Bandung). Selama bulan suci, warga binaan pemasyarakatan (WBP) muslim difokuskan pada beragam kegiatan pembinaan keagamaan.

Kepala Rutan Kelas I Bandung Mashuri Alwi mengatakan pihaknya memperkuat program pembinaan rohani khusus Ramadan.

“Untuk WBP yang muslim di bulan puasa ini, kami mengadakan tadarus setelah salat Tarawih dan salat Dzuhur, serta pesantren kilat,” ujar Mashuri Alwi, Jumat (20/2/2026).

Selain tadarus dan pesantren kilat, setiap selesai salat lima waktu juga diisi dengan ceramah agama.

“Ada kegiatan ceramah juga untuk mengisi bulan suci Ramadan ini,” tambahnya.

Pada malam tarawih perdana, Rabu (18/2/2026), imam salat tarawih bahkan langsung dipimpin oleh Karutan. Usai memimpin salat berjemaah, ia juga memberikan tausiah kepada para WBP.

Untuk mendukung suasana kebersamaan, Rutan Bandung membuka kesempatan bagi keluarga WBP untuk menitipkan takjil.

“Penitipan makanan takjil kami jadwalkan setiap Jumat dan Sabtu. Setiap hari, kami menerima 75 paket takjil dari keluarga WBP,” jelasnya.

Namun, ada aturan agar pembagian tetap merata. Keluarga yang sudah menitipkan takjil di hari Jumat tidak diperkenankan menitipkan lagi pada hari Sabtu. Seluruh makanan yang masuk akan diperiksa ketat oleh petugas regu jaga.

“Setelah dititipkan, petugas akan menyortir makanan yang boleh diberikan,” tegasnya.

Jam kunjungan pun diatur menyesuaikan suasana Ramadan.

“Hari kunjungan keluarga WBP, Senin sampai Kamis kami buka tiga sesi layanan, dari pukul 09.00 sampai 12.00 WIB,” paparnya.

Terkait keamanan, Mashuri memastikan pengawasan justru diperketat selama bulan suci.

“Jajaran petugas pengamanan secara maksimal melakukan pencegahan dengan pemeriksaan badan, makanan, serta sidak ke kamar WBP,” pungkasnya.(*)