ISEST 2024: Seminar Kebumian untuk Kolaborasi Penelitian Global
Sumber Foto: Institut Teknologi Bandung
Teknologi

ISEST 2024: Seminar Kebumian untuk Kolaborasi Penelitian Global

Dosen Program Studi Meteorologi, Dr.Eng. I Dewa Gede Agung Junnaedhi GMT, S.Si., M.Si., selaku ketua penyelenggara ISEST ketiga menyampaikan bahwa seminar tahun ini berjalan dengan kondisi yang jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang dilaksanakan secara daring dan hybrid.

ISEST tahun ketiga ini memiliki tema utama “Navigating the Changing World Through Earth Sciences and Technology”. Tema ini menekankan pendekatan adaptif terhadap permasalahan yang berkaitan dengan bumi, mulai dari pemanfaatan sumber daya alam hingga manajemen bencana alam.

“Tema utama dibagi menjadi 4 (empat) topik yaitu Solid Earth Sciences, Ocean Sciences, Atmospheric Sciences, dan Interdisciplinary Earth Science and Technology," ujarnya.

Acara ini memiliki dua sesi khusus, dengan sesi pertama adalah Ekonomi Biru dan sesi selanjutnya mengenai Pembiayaan Risiko Bencana.

“Dalam dua hari ke depan, kami akan mengadakan 114 presentasi dengan 6 keynote speaker, total 21 narasumber undangan, dan 87 narasumber terdaftar," ucapnya.

Sebagian besar presenter berasal dari Indonesia, tetapi ISEST memiliki presenter lainnya dari berbagai negara, seperti Jepang, Taiwan, Inggris, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

“Paparan akan dibagi menjadi 2 sesi pleno, 2 sesi khusus, dan 16 sesi paralel," lanjutnya.

Seperti pada ISEST pada tahun-tahun sebelumnya, sebagian besar makalah yang dipresentasikan pada seminar ini akan diserahkan kepada proceeding of IOP Conference Series: Earth and Environmental Sciences. Diharapkan prosiding ini akan memberikan lebih banyak eksposur bagi penelitian yang dipresentasikan dalam ISEST 2024.

Pada akhir sambutannya, Dr. Junnaedhi berharap bahwa ISEST pada tahun ketiga ini dapat menjadi wadah agar para peserta dapat berdiskusi dengan produktif, membangun jaringan penelitian, dan memulai kolaborasi penelitian baru, terutama pada bidang ilmu dan teknologi kebumian.