Iran dan Rusia Tandatangani Kesepakatan Senjata Senilai Rp 10 Triliun
Home
Berita
Jabodetabek
Internasional
Hukum
detikX
Kolom
Blak blakan
Pro Kontra
Infografis
Foto
Video
Indeks
detikNews Internasional
Kesepakatan Diam-diam Senjata Nyaris Rp 10 T Antara Rusia dan Iran
Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 24 Feb 2026 04:36 WIB
Jakarta -
Pemerintah Iran diam-diam teken kesepakatan dengan Rusia. Kedua negara membuat kesepakatan mengenai senjata yang mencapai senilai 500 juta Euro (Rp 9,9 triliun)
Kesepakatan tersebut dilaporkan melibatkan pengadaan ribuan rudal canggih Rusia yang ditembakkan dari bahu.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: dok, Reuters)
Baca juga: Trump Ancam Serangan Terbatas, Iran Akan Membalas dengan Ganas!
Kesepakatan senjata rahasia antara Teheran dan Moskow itu, seperti dilansir Reuters, Senin (23/2/2026), diungkapkan oleh media terkemuka Financial Times dalam laporannya pada Minggu (22/2) waktu setempat.
Laporan Financial Times didasarkan pada dokumen Rusia yang bocor dan keterangan sejumlah sumber yang mengetahui kesepakatan rahasia tersebut.
Pemasokan Senjata dalam 3 Tahun
Kesepakatan yang ditandatangani di Moskow pada Desember tahun lalu itu, menurut laporan Financial Times, mewajibkan Rusia untuk memasok 500 unit peluncur "Verba" portabel dan 2.500 rudal "9M336" dalam waktu tiga tahun. Reuters tidak dapat memverifikasi secara independen laporan tersebut.
Berdasarkan kesepakatan rahasia tersebut, sebut Financial Times dalam laporannya, pengiriman senjata dari Rusia kepada Iran itu dijadwalkan dalam tiga tahap, yang akan dimulai pada tahun 2027 hingga tahun 2029 mendatang.
Laporan Financial Times menyebutkan bahwa kesepakatan itu dinegosiasikan antara eksportir senjata negara Rusia, Rosoboronexport, dan perwakilan Kementerian Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata Iran (MODAFL).
Baca juga: Eskalasi Geopolitik Timur Tengah Di Ambang Perang Besar
Pascaserangan Israel
Menurut kontrak yang dilihat oleh Financial Times, Teheran secara resmi meminta sistem persenjataan itu pada Juli tahun lalu.
Sebulan sebelum itu, atau pada Juni tahun lalu, Israel melancarkan gelombang serangan besar-besaran terhadap Iran, dengan Amerika Serikat (AS) turut bergabung dalam pengeboman terhadap fasilitas nuklir utama Teheran.
Baca juga: Trump Heran Iran Tak Juga Menyerah Meski Dikepung Militer AS
Presiden AS Donald Trump mengatakan fasilitas nuklir utama Iran hancur akibat serangan tersebut. Namun, menurut penilaian intelijen Washington pada saat itu, pengeboman AS tidak menghancurkan kemampuan nuklir Iran dan hanya memperlambat operasionalnya beberapa bulan.
Para pejabat Teheran telah berulang kali menegaskan bahwa Iran telah pulih dari kerusakan yang terjadi selama perang dan bahwa kemampuan mereka lebih baik dari sebelumnya.
Rusia memiliki perjanjian kemitraan strategis dengan Iran, meskipun tidak termasuk klausul pertahanan bersama. Awal Februari lalu, sebuah kapal corvette milik Angkatan Laut Rusia melakukan manuver dengan Angkatan Laut Iran di Teluk Oman.
Simak juga Video 'Kalau AS Serang Iran, Arab Saudi hingga UEA yang Ketar-ketir':
[Gambas:Video 20detik]
Halaman 2 dari 2
(fca/lir)
iran rusia kesepakatan senjata rudal canggih teheran moskow
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Wolipop
Sinopsis Precious Cargo di Bioskop Trans TV Hari Ini
Sepakbola
Ironi Chelsea dan Mudryk
detikHot
Okie Agustina Tak Izinkan Kiesha Alvaro Nikah Muda
detikTravel
Serunya Pet Fest 2026, Hewan Peliharaan Ikut Pamer Gaya
detikHealth
Facelift Ilegal Berujung Fatal, Ini Wanti-wanti Kemenkes soal Profesi 'Dokter Kecantikan'
detikFood
Catat! Ini Daftar Makanan yang Sebaiknya Tak Dikonsumsi dalam Pesawat
detikInet
PS5 Naik Gila-gilaan! Ini Harga Terbaru di Indonesia per 1 Mei 2026




