IHSG Menguat di Awal Perdagangan Didorong Sektor Perbankan dan Komoditas
Sumber Foto: TopBusiness.id
Ekonomi

IHSG Menguat di Awal Perdagangan Didorong Sektor Perbankan dan Komoditas

Nalar Media - Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu pagi di PT Bursa Efek Indonesia, 25 Februari 2026. Pada sesi pembukaan, IHSG naik 37,32 poin atau 0,45 persen ke posisi 8.318,15. Kenaikan ini melanjutkan respons pasar terhadap aksi beli selektif pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Sejalan dengan itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham paling likuid turut menguat 3,41 poin atau 0,41 persen ke level 841,04. Penguatan LQ45 menunjukkan bahwa kenaikan indeks ditopang oleh saham-saham unggulan dengan likuiditas tinggi.

Pada sesi pembukaan, aktivitas perdagangan terpantau cukup aktif. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp2,3 triliun dengan volume perdagangan mencapai kurang lebih 4,1 miliar saham yang ditransaksikan. Frekuensi perdagangan tercatat sekitar 265 ribu kali transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, mayoritas berada di zona hijau, sementara sebagian lainnya melemah dan sisanya stagnan.

Penggerak utama indeks pada awal perdagangan didominasi saham-saham sektor perbankan berkapitalisasi besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI). Kenaikan saham-saham perbankan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan IHSG karena bobotnya yang besar dalam perhitungan indeks.

Selain sektor keuangan, saham komoditas dan energi juga turut menopang laju indeks, di antaranya PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), serta PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Saham-saham ini menguat seiring sentimen positif harga komoditas global dan ekspektasi permintaan yang tetap solid.

Dari sisi sektoral, penguatan dipimpin oleh sektor keuangan dan barang baku. Sementara itu, sektor teknologi dan konsumer non-primer bergerak lebih variatif dengan kecenderungan konsolidasi. Investor terlihat melakukan rotasi sektor dengan fokus pada saham-saham defensif dan berfundamental kuat.

BACA JUGA: Sepekan, IHSG Terkoreksi 0,77 Persen

Secara teknikal, IHSG bergerak di atas level psikologis 8.300 pada awal sesi, menunjukkan momentum beli yang cukup terjaga. Jika mampu bertahan di atas level tersebut, indeks berpotensi melanjutkan penguatan menuju area resistance di kisaran 8.350 hingga 8.400. Namun, pelaku pasar tetap mewaspadai potensi aksi ambil untung jangka pendek mengingat posisi indeks yang sudah berada di area tinggi.

Analis menilai pola pergerakan pada sesi pembukaan mencerminkan optimisme investor domestik, terutama pada saham-saham big caps yang menjadi penopang utama indeks. Likuiditas yang cukup besar pada awal perdagangan juga mengindikasikan partisipasi aktif baik dari investor ritel maupun institusi.

Dengan dukungan saham-saham perbankan dan komoditas, IHSG berpeluang mempertahankan tren positif sepanjang sesi perdagangan, meskipun tetap dibayangi dinamika sentimen global dan pergerakan nilai tukar rupiah.

(Data dikelola AI)

Tags: ihsg indeks

Previous Post

Baru, Ini Trading Saham Berbasis Real Time-Time Intelligence

Next Post

RALUB AAJI 2026 Tetapkan Kepemimpinan Baru untuk Perkuat Tata Kelola dan Kepercayaan Industri Asuransi Jiwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment

Name *

Email *

Website