Dari Penjual Rokok Menjadi Wakil Presiden: Perjalanan Hidup Try Sutrisno
Sumber Foto: Wartakotalive.com
Berita Pilihan

Dari Penjual Rokok Menjadi Wakil Presiden: Perjalanan Hidup Try Sutrisno

Nalar Media - WARTAKOTALIVE.COM - Kisah hidup Try Sutrisno adalah potret perjalanan panjang dari kehidupan sederhana menuju puncak kekuasaan negara.

Lahir bukan dari keluarga elite, ia pernah menjadi penjual rokok, loper koran, hingga pedagang air minum di stasiun sebelum akhirnya menjabat Wakil Presiden RI ke-6 periode 1993–1998.

Mantan ajudan Presiden Soeharto ini tak lahir dari keluarga elite, namun justru meniti karier dari bawah—pernah jadi penjual rokok, loper koran, hingga pedagang air minum di stasiun.

Namun siapa sangka, lelaki kelahiran Surabaya, 15 November 1935, itu kemudian menjelma menjadi Wakil Presiden RI ke-6, mendampingi Soeharto pada periode 1993–1998.

Ironisnya, dia justru bukan sosok yang diinginkan oleh Soeharto sendiri untuk posisi strategis itu.

Dilansir dari intisari.grid.id, karier militer Try Sutrisno dimulai tahun 1956 saat dia diterima sebagai taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad).

Hanya setahun menimba ilmu, ia sudah diterjunkan langsung ke medan tempur, memperlihatkan dedikasi dan keberaniannya sejak muda.

Namanya makin diperhitungkan saat menjabat Panglima ABRI, posisi yang membuatnya begitu dekat dengan struktur kekuasaan Orde Baru.

Dia juga dikenal sebagai ajudan Soeharto pada periode sebelumnya, namun kedekatan itu tak lantas membuatnya jadi pilihan utama sang Presiden.

Bukan Pilihan Soeharto: Bagaimana Try Sutrisno Justru Dipilih Jadi Wapres?

Pada 1993, BJ Habibie yang kala itu menjabat Ketua ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) dan dikenal sebagai teknokrat ulung, menjadi kandidat kuat Wakil Presiden.

Dia bahkan mendapat dukungan dari partai berbasis Islam seperti PPP.

Namun di sisi lain, kalangan ABRI punya agenda sendiri. Mereka mendorong Try Sutrisno, sosok yang secara struktur militer lebih bisa diterima sebagai pendamping Soeharto.

Akhirnya, dalam proses politik yang kompleks, Try-lah yang naik mendampingi RI 1, meskipun tanpa restu langsung dari Presiden Soeharto.

Masa Kecil Penuh Perjuangan

Tak banyak yang tahu, masa kecil Try dipenuhi kisah getir.