Civitas Akademika Unikama Tegaskan Komitmen pada Stabilitas Akademik di Tengah Polemik Yayasan
Sumber Foto: Jatimtimes
Uji Nalar

Civitas Akademika Unikama Tegaskan Komitmen pada Stabilitas Akademik di Tengah Polemik Yayasan

Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) mengeluarkan pernyataan sikap resmi untuk menanggapi dinamika yang terjadi di internal kampus. Rektor Unikama, Dr. Sudi Dul Aji, M.Si., menegaskan bahwa meskipun ada polemik yang belum sepenuhnya selesai, fokus utama adalah menjaga kelancaran proses pendidikan dan pelayanan kepada mahasiswa.

Dalam pernyataan tersebut, Sudi menyatakan, "Kami sejak awal sudah menyampaikan bahwa mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan tidak ingin kami libatkan dalam persoalan yayasan. Yang terpenting, akademik harus berjalan dengan baik. Dan sampai hari ini, akademik berjalan dengan baik." Pernyataan ini muncul pada Selasa, 3 Februari 2026, dan bertujuan untuk menutup spekulasi seputar isu dualisme kepemimpinan di kampus.

Civitas akademika Unikama menegaskan ketaatan kepada PPLP-PT PGRI Malang yang sah, di bawah kepemimpinan Drs. Agus Priyono, M.M., sesuai dengan Surat Keputusan Kemenkumham Nomor AHU-001673.AH.01.08 Tahun 2025. Hal ini diperkuat oleh surat dari Direktorat Badan Usaha Kedinasan Hukum RI pada 23 Desember 2025. Dalam konteks ini, Unikama menolak segala bentuk tindakan dan keputusan yang diambil oleh pihak tanpa legalitas yang sah.

Sudi menambahkan, "Kami mengikuti sepenuhnya jalur hukum dan keputusan Kemenkumham. Secara normatif dan hukum, posisi kami jelas di sana." Ia menekankan bahwa pernyataan sikap ini bukan sekadar formalitas, tetapi juga sebagai perlindungan terhadap iklim akademik di kampus. Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak perlu khawatir dan semua sivitas akademika diminta untuk melanjutkan tugas masing-masing.

Saat ini, Unikama juga sedang dalam proses penerimaan mahasiswa baru, dan Sudi menjelaskan pentingnya menjaga stabilitas kampus untuk membangun citra positif di tengah persaingan pendidikan tinggi. "Jika konflik terus muncul, seolah-olah kampus tidak mampu mengendalikan diri. Itu yang ingin kami hindari," ujarnya.

Rektor Unikama menekankan bahwa penyelesaian masalah yayasan sebaiknya dilakukan di luar ruang akademik, termasuk melalui jalur pengadilan jika diperlukan, agar kampus tetap berfungsi sebagai tempat belajar. "Persoalan yayasan, monggo diselesaikan di luar. Di kampus, yang kami selesaikan adalah persoalan akademik," tegasnya.

Unikama juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas institusi melalui pengajuan berbagai hibah kementerian dan usulan afirmasi untuk beberapa program studi. Sudi mengungkapkan, "Kami juga sedang berupaya meraih hibah-hibah di kementerian dan mengusulkan afirmasi penerimaan untuk beberapa program studi. Mudah-mudahan masih diberi kesempatan."

Lebih lanjut, civitas akademika Unikama menegaskan komitmen untuk menegakkan disiplin, integritas, dan profesionalisme, serta menolak segala bentuk provokasi yang berpotensi memecah persatuan kampus. Sudi menambahkan, "Kami bertekad menjaga kondusivitas dan persatuan kampus demi keberlangsungan pendidikan tinggi yang bermartabat dan terpercaya."

Di sisi lain, Dr. Nawaji M.Pd dari PPLP PT PGRI mengingatkan bahwa pengelolaan Unikama tetap berorientasi pada pencapaian universitas unggul dan multikultural, dengan fokus utama pada kepentingan mahasiswa. Ia menyebutkan pengembangan fasilitas dilakukan secara bertahap untuk mendukung proses pembelajaran dan kebutuhan mahasiswa.

Namun, Nawaji mengakui bahwa konflik yayasan berpengaruh pada perkembangan kampus. "Pasti mengganggu. Yang seharusnya jalan mulus, jadi tersendat. Energi yang mestinya fokus ke pengembangan, kadang teralihkan. Kami harap segera selesai," ungkapnya.