BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Atlet Banyumas dengan Jamsostek
Nalar Media - Purwokerto (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Purwokerto memastikan seluruh atlet yang tergabung dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, akan mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek).
Ditemui usai sosialisasi Program Jamsostek di Sekretariat KONI Kabupaten Banyumas, Rabu siang, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwokerto Vinca Meitasari mengatakan perlindungan tersebut tidak hanya mencakup pekerja formal, juga atlet dan pelatih yang memiliki risiko tinggi dalam aktivitas profesional mereka.
“BPJS Ketenagakerjaan mencakup seluruh profesi, termasuk atlet dan pelatih, yang membutuhkan perlindungan jaminan sosial tenaga kerja. Kami menyasar semua segmen, baik pekerja formal maupun informal, agar semua mendapat perlindungan,” katanya menegaskan.
Menurut dia, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwokerto telah menjalin kerja sama dengan KONI Banyumas untuk memastikan perlindungan bagi seluruh atlet dan pelatih, khususnya yang diterjunkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII Tahun 2026.
“Insya Allah seluruh atlet yang akan mengikuti Porprov mendatang akan terlindungi. Seluruh atletnya bisa diikutkan BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan hal tersebut juga merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan capaian Unversal Coverage Jamsostek (UCJ) di Banyumas baru mencapai 37,9 persen dari target 49 persen hingga akhir tahun 2026.
Dalam hal ini, kata dia, implementasi program menjadi bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwokerto memperluas perlindungan tenaga kerja di Banyumas sekaligus mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Kami optimistis bisa mencapai target 49 peserta sampai akhir tahun,” kata Vinca
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Banyumas Arie Suprapto mengatakan KONI berkewajiban memberi perlindungan kepada atlet saat mengikuti kegiatan, termasuk mengantisipasi kecelakaan selama pertandingan atau perjalanan.
“Kami mengikutsertakan sekitar 550 atlet dan ofisial dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Ini merupakan kewajiban kami untuk melindungi atlet dan ofisial agar tetap aman selama kompetisi,” katanya.
Ia mengatakan program tersebut berlaku selama 10 bulan, mulai Maret dengan menyesuaikan masa latihan dan pelaksanaan Porprov.




