Bayi Meninggal di Kukar, Keluarga Soroti Kekurangan Oksigen dan Ambulans
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 19 Februari 2026, 06:45 WIB
Pandawa Borniat,
Ihsanuddin
Tim Redaksi
Lihat Foto
Ilustrasi bayi((PEXELS/MARTINUS))
SAMARINDA, KOMPAS.com - Seorang bayi berusia enam bulan dilaporkan meninggal dunia setelah sempat dibawa berobat ke Puskesmas di Batuah, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Senin (16/2/2026) dini hari.
Bayi bernama Muhammad Rapsan Tahir Prakoso (6 bulan 4 hari) sebelumnya mengalami demam dan dibawa orang tuanya untuk mendapatkan penanganan medis.
Ayah korban, Muhammad Tahir, menuturkan anaknya masih menunjukkan respons saat dalam perjalanan dari puskesmas menuju rumah sakit di Kota Samarinda.
Namun, kondisinya terus menurun sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
“Di perjalanan itu masih gerak-gerak. Tidak sampai dekat pom bensin sudah tidak ada respons. Di rumah sakit dipastikan sudah berhenti, sudah biru kata dokter,” ujar Tahir saat ditemui Kompas.com pada Rabu (18/2/2026).
Baca juga: Kasatpol PP Sambas Tewas Tenggelam Usai Berupaya Selamatkan Anaknya, Sempat Dilarikan ke Puskesmas
Ia menyebut, ketika kondisi anaknya semakin memburuk, dirinya berupaya segera membawa ke rumah sakit rujukan.
“Mungkin baru sekitar lima kilometer dari puskesmas, anak saya sudah meninggal di jalan,” katanya.
Soroti Oksigen Kosong dan Ambulans Tak Siaga
Keluarga korban menyoroti ketersediaan fasilitas di puskesmas, terutama tabung oksigen yang disebut dalam kondisi kosong saat dibutuhkan.
Menurut Tahir, pengakuan mengenai kosongnya oksigen tersebut terekam dalam video yang dimilikinya.
“Saya hanya minta penjelasan apakah tabung oksigen itu kosong atau tidak. Mereka menjawab kosong, dan itu ada videonya,” ucap dia.
Selain itu, keluarga menyebut ambulans di puskesmas tidak dapat digunakan karena sopir tidak berada di tempat sehingga orang tua korban harus membawa anaknya sendiri menuju rumah sakit rujukan.
Baca juga: Dua Eks Kadistamben Kukar Jadi Tersangka Korupsi Izin Tambang, Negara Rugi Rp 500 Miliar
Kuasa hukum keluarga, Titus T. Pakalla, mengatakan pihaknya menilai terdapat dugaan kelalaian dalam pelayanan medis awal terhadap korban.
Ia menjelaskan, bayi tersebut berada di puskesmas hampir satu jam sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit tanpa bantuan oksigen maupun ambulans.
“Tabung oksigen disebut kosong semua. Ambulans ada, tetapi sopir tidak ada. Akhirnya orang tua mengambil tindakan sendiri membawa anak ke rumah sakit,” kata Titus.
Menurut dia, puskesmas sebagai fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama seharusnya mampu memberikan pertolongan darurat secara cepat dan memadai.
“Kami melihat ada kelalaian. Seharusnya jika oksigen kosong bisa segera dirujuk. Tidak didiamkan hampir satu jam,” ujarnya.
Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Pihak keluarga, lanjut Titus, berencana menempuh jalur hukum serta melaporkan persoalan tersebut ke instansi terkait, termasuk dinas kesehatan dan lembaga pengawas pelayanan publik.
“Keluarga meminta pertanggungjawaban atas dugaan kelalaian pelayanan di puskesmas. Kami akan menempuh proses hukum dan menyampaikan laporan ke dinas terkait,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, Kompas.com masih berupaya menghubungi pihak terkait. Belum ada keterangan resmi dari pihak puskesmas maupun otoritas kesehatan setempat terkait peristiwa tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Kalimantan Timur
Kutai Kartanegara
Kukar
bayi meninggal di kukar
bayi meninggal di puskesmas kukar
puskesmas batuah kukar
fasilitas puskesmas
layanan puskesmas
Lihat Regional Selengkapnya
Pilihan Untukmu
Highlight Nusaraya
5 Fakta Cucu Mpok Nori Dibunuh Suami Siri: Pelaku WN Irak, Diduga Cemburu
Jawa Barat
Polemik dan Dugaan Kejanggalan Tahanan Rumah Yaqut Cholil Qoumas
Jawa Barat
Promo Indomaret Hari Ini 23 Maret 2026, Senin Ceria Beli 1 Gratis 1
Jawa Tengah
Promo Super Indo 19-25 Maret 2026, Ayam Kampung Jumbo Rp 77.900
Jawa Tengah
Promo Superindo Hari Ini 23 Maret 2026, Daging Ayam dan Ikan Segar Harga Spesial
Jawa Tengah
Profil Veda Ega Pratama, Pebalap Asal Gunungkidul yang Bikin Bangga Indonesia Usai Podium Moto3
Jawa Tengah
Terkini Lainnya
Penembakan 3 Prajurit TNI di Maybrat, KKB Klaim Tanggung Jawab
Regional
23/03/2026, 22:36 WIB
Kemenpar Prediksi Pergerakan Wisata Lebaran 2026 Capai 143,9 Juta Orang
Regional
23/03/2026, 21:26 WIB
Pemkot Padang Optimistis Perputaran Uang Rp 65 M, Pedagang: Sepi, Omzet Turun 30 Persen
Regional
23/03/2026, 20:58 WIB
Rest Area 456B Tol Semarang-Solo Mulai Padat, Polisi Arahkan Pemudik ke Rest Area 445B
Regional
23/03/2026, 20:32 WIB
Khawatir Kehabisan, KAI Semarang Masih Sediakan Puluhan Ribu Tiket Arus Balik ke Berbagai Kota
Regional
23/03/2026, 19:35 WIB
Antrean 9 Kilometer, Pengendara di Jalur Siantar-Parapat Tertahan Lebih dari Satu Jam
Regional
23/03/2026, 19:16 WIB
Bahaya “Mobil Bak Terbuka” Angkut Penumpang, Mulai Marak di Destinasi Wisata Padang
Regional
23/03/2026, 19:10 WIB
Sakit Hati Cinta Ditolak, Pria di Kupang Aniaya Mahasiswi hingga Babak Belur
Regional
23/03/2026, 18:59 WIB
Pantai Pasir Padi Pangkalpinang, Destinasi Murah Meriah Saat Lebaran
Regional
23/03/2026, 18:02 WIB
Kapolda Jabar Jamin Jalur Puncak Bogor Bebas Pungli: Masyarakat Harus Nyaman Berwisata
Regional
23/03/2026, 17:42 WIB
Wisatawan Serbu Pantai Palabuhanratu, Jalur Sukabumi Mulai Padat
Regional
23/03/2026, 17:09 WIB
Libur Lebaran, Kunjungan ke Benteng Marlborough Bengkulu Tembus 1.000 Orang Per Hari
Regional
23/03/2026, 16:46 WIB
Motif Mutilasi di Samarinda: Tersangka Sakit Hati Dituduh Punya Hubungan
Regional
23/03/2026, 16:32 WIB
Makanan jadi Penawar Rindu Warga Binaan Rutan Salatiga dengan Keluarga
Regional
23/03/2026, 16:14 WIB
Sisa Bahan Peledak dari Balon Udara yang Meledak di Semarang Dimusnahkan Polisi
Regional
23/03/2026, 15:40 WIB
1
2
3
Next
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app




