Bawaslu Takalar Temukan Ratusan Data Warga Meninggal di Desa Boddia
Sumber Foto: Rakyat Sulsel
Uji Nalar

Bawaslu Takalar Temukan Ratusan Data Warga Meninggal di Desa Boddia

TAKALAR, RAKYATSULSEL - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Takalar melakukan uji petik di Desa Boddia, Kecamatan Galesong pada Jumat, 24 Juni. Dalam kegiatan ini, petugas menemukan bahwa terdapat ratusan warga yang telah meninggal dunia.

Data yang diperoleh dari Pemerintah Desa Boddia mencatat sebanyak 122 penduduk yang meninggal dunia dalam periode 2020 hingga 2022. Koordinator Divisi Pengawasan dan Humas Bawaslu Takalar, Nellyati, menjelaskan bahwa uji petik ini dilakukan untuk mengkroscek data pemilih yang telah meninggal, pemilih yang pindah, serta pensiunan TNI/POLRI. Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan daftar pemilih yang lebih berkualitas menjelang pemilu 2024.

"Kami berharap Pemerintah Desa Boddia dapat berkoordinasi dengan KPU Kabupaten Takalar untuk memperbarui Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) agar lebih akurat," ungkap Nellyati.

Nelly juga menekankan pentingnya kolaborasi antara KPU Kabupaten Takalar, Pemerintah Desa, dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dalam memperbaharui data pemilih. Ia berharap koordinasi ini dapat diintensifkan agar daftar pemilih pada pemilu mendatang lebih tepat dan faktual.

Di sisi lain, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa (HPPS) Bawaslu Takalar, Syaifuddin, menambahkan bahwa pemutakhiran daftar pemilih memerlukan kerjasama yang lebih baik antara semua pihak yang terlibat. Ia mengusulkan agar informasi mengenai pemilih yang meninggal, pemilih yang pindah, dan pensiunan TNI/POLRI dapat terintegrasi dengan baik antara Pemerintah Desa, KPU, dan Disdukcapil.

Uji petik yang dilakukan oleh Bawaslu Takalar mendapat apresiasi dari Kepala Desa Boddia, Muhammad Rusli. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah positif untuk memperbaiki pencatatan data pemilih di desa menjelang pemilu 2024.

"Data penduduk yang meninggal dunia sudah tercatat dengan baik di pembukuan kami. Kami berterima kasih kepada Bawaslu Takalar atas uji petik ini yang memotivasi kami untuk berbenah diri dan meningkatkan koordinasi dengan Disdukcapil dan KPU Takalar dalam memperbarui data pemilih," ujar Rusli.

Selain itu, Bawaslu Kabupaten Takalar juga sedang merencanakan kegiatan sosialisasi mengenai Desa Sadar Pengawasan Pemilu dan Anti Politik Uang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan Desa Boddia dalam menyusun pengurus Forum Awas Desa, menyediakan pojok pengawasan, dan menjadi desa yang sadar akan pengawasan pemilu.