Barantin Siagakan 3.930 Personel Awasi Keamanan Pangan Selama Ramadan
Nalar Media - /
ILUSTRASI. Kepala Biro Hukum dan Humas Barantin Hudiansyah Is Nursal (DOK/Lailatul Anisah)
Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Karantina Indonesia (Barantin) memastikan akan meningkatkan pengawasan komoditas pangan selama bulan ramadan hingga idul fitri tahun ini.
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Barantin, Hudiansyah Is Nursal mengatakan sebanyak 3.930 personel disiagakan untuk mengantisipasi peningkatan frekuensi dan volume lalu lintas komoditas pangan baik hasil pertanian maupun perikanan.
“Selama momen Ramadan, Barantin meningkatkan pengawasan lalu lintas komoditas pangan. Memastikan keamanan dan mutu pangan yang akan dikonsumsi masyarakat selama menunaikan ibadah Ramadan,” ujar Hudiansyah dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (25/02/2026).
Hudiansyah menjelaskan, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (KHIT), Barantin bertugas untuk mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Selain itu, juga melakukan pengawasan keamanan dan mutu pangan, secara rutin dan meningkat pada momen Ramadan hingga jelang Idulfitri.
Baca Juga: Dikawal F16 di Langit Yordania, Presiden Prabowo Disambut Penuh Kehormatan
“Tren lalu lintas komoditas pangan asal pertanian dan perikanan selama Ramadan hingga Idulfitri, berdasarkan data dari Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) relatif meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, seperti beras, daging, ikan, telur, cabai, bawang, dan bahan pokok lainnya. Dengan demikian Karantina terus siaga memberikan layanan kepada masyarakat, memberikan jaminan kesehatan,” imbuhnya.
Berdasarkan sertifikasi yang tercatat dalam Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology) volume bahan pokok secara keseluruhan pada Ramadan tahun lalu, volumenya meningkat sebesar 69% (56,04 ratus ribu ton) dari bulan sebelumnya, 33,21 ratus ribu ton. Kenaikan paling signifikan untuk berbagai jenis ikan (137%), seperti tuna dan cakalang, kemudian beras (92%), dan jagung (18%).
Layanan karantina tersebar di 38 provinsi dengan 161 satuan pelayanan, di bandara, pos lintas batas negara, pelabuhan penyeberangan, dan kantor pos. Karantina siaga selama 24 jam setiap harinya, khususnya untuk tempat pemasukan dan pengeluaran dengan frekuensi lalu lintasnya tinggi, seperti wilayah DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
Rawan Penyelundupan
Hudiansyah menjelaskan selama ramadan dan jelang hari raya, biasanya semakin rawan terjadi penyelundupan terutama di daerah perbatasan, baik lintas batas negara maupun di pelabuhan penyeberangan.
Barantin telah memetakan daerah rawan penyelundupan pangan, seperti Entikong, Kalimantan Barat, karena berbatasan dengan negara lain.
Data penahanan selama Ramadan tahun lalu yang bertepatan pada bulan Maret, jumlah penahan komoditas paling tinggi di Sumatra Utara (45), Sulawesi Utara (32), dan Sumatra Barat (19).
“Antisipasi penyelundupan pangan, kami terus perkuat sinergi dengan instansi terkait, baik di pos lintas batas negara, pelabuhan penyeberangan, maupun bandara. Tempat pemasukan dan pengeluaran yang rawan, pengawasannya lebih ketat. Komoditas tanpa dilengkapi sertifikat kesehatan tidak menjamin keamanan dan mutunya,” jelasnya.
Baca Juga: Badai PHK Jelang Lebaran, Serikat Pekerja: Ada Modus Hindari THR dan Ganti Pekerja
Hudiansyah mengimbau kepada masyarakat untuk patuh lapor kepada petugas karantina bila melalulintaskan komoditas pertanian dan perikanan. Masyarakat dapat berperan aktif melaporkan bila ada indikasi penyelundupan.
“Kami imbau kepada masyarakat demi kenyamanan dan keamanan bersama untuk melaporkan komoditasnya sebelum melalulintaskan. Bila menemukan indikasi pelanggaran karantina jangan sungkan untuk melaporkan kepada kami maupun instansi terkait lainnya,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
INDEKS BERITA
Tag
TERBARU
Indeks »
Nasional | 1 Jam 54 Menit lalu
Misi Kemanusiaan ke Gaza Dicegat Militer Israel, Jurnalis RI Dilaporkan Hilang Kontak
Investasi | 2 Jam 25 Menit lalu
Kinerja Semen Indonesia (SMGR) Diproyeksi Masih Menantang, Simak Rekomendasi Sahamnya
Internasional | 2 Jam 26 Menit lalu
Pakistan Sampaikan Proposal Damai Baru Iran ke AS, Negosiasi Masih Buntu
Internasional | 2 Jam 26 Menit lalu
Petugas Kesehatan dari Berbagai Penjuru Dunia Bergerak Demi Cegah Wabah Ebola Meluas
Nasional | 2 Jam 32 Menit lalu
Jelang Puncak Haji, Wamenhaj Minta Jemaah Jaga Kesehatan dan Laporkan Pungutan Oknum
Internasional | 2 Jam 33 Menit lalu
Yield Obligasi AS Sempat Tembus Tertinggi 14 Bulan, Lalu Terkoreksi
Internasional | 2 Jam 45 Menit lalu
Ekonomi ASEAN Terancam, US$ 13,1 Miliar Pajak Hilang Akibat Rokok Ilegal
Investasi | 2 Jam 49 Menit lalu
Wall Street Mixed Senin (18/5), Yield dan Harga Minyak Melemah Redakan Tekanan Pasar
Lifestyle | 2 Jam 54 Menit lalu
Shopee–FLP Perkuat Ekosistem Buku Lokal, Fokus Literasi dan Monetisasi Penulis
Keuangan | 2 Jam 58 Menit lalu
Ini Strategi Asuransi Digital (YOII) Pertahankan Tenaga Aktuaris agar Tak Berpindah
Indeks Berita




