53 Komoditas Pertanian Indonesia Bebas Tarif Masuk Pasar AS
Sumber Foto: palopopos
Ekonomi

53 Komoditas Pertanian Indonesia Bebas Tarif Masuk Pasar AS

Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden AS Donald Trump

PALOPOPOS.CO.ID, JAKARTA-- Kesepakatan dagang resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto membuka akses bebas tarif bagi 53 kelompok komoditas pertanian Indonesia di pasar AS. Langkah strategis ini diharapkan meningkatkan daya saing produk pertanian nasional secara signifikan di pasar global.

Diplomasi Ekonomi yang Menguatkan Kemitraan

Perjanjian dalam kerangka Agreements on Reciprocal Trade (ART) yang disepakati Presiden Prabowo dan Presiden AS Donald Trump menjadi tonggak penting penguatan kemitraan ekonomi kedua negara. Dalam ART, sebanyak 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik dari sektor pertanian maupun industri, dibebaskan dari bea masuk ke pasar Amerika Serikat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, "Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia baik itu pertanian maupun industri antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang, yang tarifnya adalah 0%." Jelasnya pada Jumat (20/2/2026).

Komoditas Pertanian Unggulan Mendapatkan Fasilitas Tarif Nol Persen

Dari sektor pertanian, komoditas yang memperoleh fasilitas tarif 0 persen meliputi buah tropis seperti pisang, nanas, mangga, durian, dan pepaya; kopi dengan enam pos tarif; teh hijau dan teh hitam; serta berbagai rempah strategis seperti lada, pala, cengkeh, kayu manis, kapulaga, jahe, dan kunyit.

Selain itu, kakao dan turunannya, minyak sawit, palm kernel oil, serta buah dan inti kelapa sawit juga masuk dalam daftar bebas tarif. Produk olahan buah, tepung dan pati berbasis singkong dan sagu, hingga pupuk mineral berbasis kalium turut memperoleh fasilitas yang sama.