Zelensky Tuduh Rusia Ulur Waktu Negosiasi, Trump Sebut Perang Tidak Adil
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina telah memasuki hari ke-1.457 pada Kamis (19/2/2026) dengan situasi geopolitik yang semakin kompleks di bawah sorotan Gedung Putih.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan pandangannya bahwa perang yang berkepanjangan ini tidak adil, baik bagi para korban jiwa yang berjatuhan maupun bagi para pembayar pajak di Amerika Serikat.
Sementara itu, pembicaraan damai yang digelar di Jenewa berakhir tanpa terobosan besar, meskipun sempat dilaporkan adanya kemajuan berarti dalam proses diskusi tersebut.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengaku tidak puas dan menuduh pihak Rusia sengaja mengulur waktu dalam negosiasi yang seharusnya sudah memasuki tahap akhir pembahasan.
Zelensky menegaskan bahwa status wilayah Ukraina Timur yang diduduki Moskow serta masa depan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia tetap menjadi isu paling kontroversial yang belum terselesaikan.
Di sisi lain, tekanan sanksi Barat mulai berdampak pada ekspor minyak Rusia ke India yang turun tajam, sementara China kini tercatat sebagai pembeli utama energi dari Moskow.
Situasi internal Eropa juga memanas setelah Hungaria memutuskan untuk menghentikan pengiriman solar ke Ukraina di tengah sengketa pasokan energi yang hingga kini masih dibantah oleh pihak Kyiv.
Hingga saat ini, delegasi kedua negara masih belum menemukan titik temu yang konkret setelah pembicaraan terakhir dihentikan hanya dalam waktu dua jam akibat perbedaan posisi yang tajam.




