Nalar Media - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh mendorong mahasiswa untuk terus mengasah nalar kritis di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan arus informasi di media sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan Saleh di Semarang pada hari Minggu. Ia menekankan bahwa pemuda dan mahasiswa memiliki peran penting dalam menginisiasi perubahan dalam sejarah bangsa melalui kemampuan berpikir kritis.
Saleh menjelaskan bahwa nalar kritis menjadi fondasi agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh kabar bohong dan konten provokatif yang banyak beredar di ruang digital. Ia menekankan perlunya mahasiswa untuk menjadi agen literasi dan penyebar kesadaran di masyarakat.
Mahasiswa diingatkan untuk tidak hanya menerima informasi secara mentah-mentah, melainkan harus mampu menguji kebenaran informasi dan mempertanyakan hal-hal yang dianggap tidak sesuai dengan nilai keadilan sosial. Selain itu, Saleh juga mengingatkan pentingnya untuk tidak terombang-ambing oleh perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan dan informasi yang tampak meyakinkan di media sosial.
Menurut Saleh, kemampuan berpikir kritis harus dilatih melalui kebiasaan memeriksa sumber informasi, memahami konteks konten, serta menelaah motif di balik penyebaran informasi tersebut.