Nalar Media - Kota Meksiko: Para pemain dan staf pelatih tim nasional (Timnas) Meksiko memutuskan untuk mengembalikan jam tangan mewah merek Rolex pemberian influencer asal Amerika Serikat, Stephen Deleonardis, yang populer dengan nama Steve Will Do It, setelah hadiah tersebut dinilai berpotensi melanggar Kode Etik FIFA.
“FMF (Federasi Sepak Bola Meksiko) melaporkan bahwa berdasarkan kesepakatan bersama, para pemain kami memutuskan untuk mengembalikan jam tangan yang dihadiahkan atas inisiatif pribadi pembuat konten @stevewilldoit kepada mereka,” tulis Federasi Sepak Bola Meksiko melalui akun resmi X mereka, @miseleccionmx.
Kejadian ini bermula saat kreator konten dengan 3,7 juta pengikut di Instagram tersebut memutuskan untuk membagikan hadiah mewah kepada seluruh skuad Meksiko. Aksi ini ia lakukan sebagai bentuk rasa terima kasih atas keuntungan taruhan yang ia raup setelah Meksiko sukses menumbangkan Ekuador di Piala Dunia 2026 dengan skor 2-0 pada pekan lalu.
Menurut penuturan Deleonardis, ia memasang taruhan sebesar dua juta dolar AS di platform Roobet untuk mendukung El Tri dan berhasil membawa pulang keuntungan bersih sebesar 1,2 juta dolar AS.
“Saya tinggal paruh waktu di Meksiko, anjing saya bernama Juan Carlos, dan jujur saja, orang Meksiko adalah orang-orang favorit saya. Maju terus, Meksiko!” tulisnya di akun Instagram pribadinya.
Steve Will Do It mendatangi langsung pusat pelatihan Meksiko di Centro de Alto Rendimiento (CAR) untuk menyerahkan jam tangan Rolex tersebut kepada para pemain serta jajaran staf pelatih di bawah asuhan Javier Aguirre.
Ia menegaskan bahwa hadiah mewah itu diberikan sebelum pertandingan berlangsung murni karena rasa "percaya penuh" terhadap kemampuan timnas Meksiko, bukan sebagai bentuk imbalan atau suap.
Momen penyerahan hadiah itu pun langsung viral setelah video interaksi Steve dengan skuad Meksiko diunggah di media sosial beredar luas, termasuk cuplikan jenaka saat para pemain melempar tubuhnya ke udara dalam tradisi selebrasi "q uiere volar."
Meski niat awalnya diklaim sebagai ungkapan kegembiraan dan dukungan, pemberian jam tangan mewah ini segera memicu sorotan tajam karena dinilai bertentangan dengan ketentuan Pasal 21 Kode Etik FIFA Edisi 2023 tentang Pemberian dan Penerimaan Hadiah atau Keuntungan Lain.
Pasal tersebut menegaskan bahwa seluruh pihak yang terikat pada Kode Etik FIFA, termasuk pemain dan ofisial tim, hanya diperbolehkan menerima hadiah apabila memenuhi seluruh persyaratan berikut secara kumulatif:
Memiliki nilai simbolis atau tidak berarti (trivial)
Tidak ditawarkan atau diterima untuk memengaruhi keputusan
Tidak bertentangan dengan kewajiban
Tidak menimbulkan keuntungan finansial yang tidak semestinya
Tidak menimbulkan konflik kepentingan
“Jika terdapat keraguan apakah suatu hadiah atau manfaat layak diterima, maka hadiah tersebut tidak boleh diterima maupun ditawarkan. Apabila penolakan hadiah dinilai dapat menyinggung norma budaya setempat, hadiah tersebut boleh diterima atas nama organisasi, namun harus segera dilaporkan dan diserahkan kepada badan yang berwenang,” demikian bunyi Pasal 21 ayat 2 Kode Etik FIFA edisi 2023.
Sanksi jika Melanggar
Berdasarkan ketentuan Pasal 21 ayat 3 Kode Etik FIFA, setiap pelanggaran terhadap aturan penerimaan hadiah dapat dikenai sanksi berupa denda minimal sebesar CHF 10.000 (sekitar Rp 223 juta), kewajiban untuk mengembalikan hadiah yang telah diterima, serta larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama maksimal dua tahun.
Untuk kasus yang lebih serius atau jika terjadi pelanggaran berulang, sanksi larangan aktivitas tersebut bahkan dapat diperpanjang hingga maksimal lima tahun.
Meksiko yang memilih untuk mengembalikan jam tangan mewah pemberiannya tersebut.